mencoba untuk merasakan apa yang sedang, telah dan akan terjadi untuk kemudian menuliskannya dalam sebuah blog pribadi ini. Selamat membaca

Perbandingan Pelaksanaan Pemilu di Indonesia

PERBANDINGAN PELAKSANAAN
PEMILU DI INDONESIA

Macam 1. Undang-undang 2. Organisasi Peserta Pemilu 3. Jumlah kursi 4. Lembaga Penyelenggara 5. Asas pemilu 6. Sistem Pemilu 7. Tanggal Pelaksanaan
Pemilu 1955
  • UU N0. 7 tahun 1953 tentang pemilu
108 parpol, ormas dan perseorangan DPR = 272
Konstituante = 542
Pemerintah Umum,berkesamaan, langsung, rahasia dan bebas Sistem proporsional atau perwakilan berimbang
  • 29 September 1955
  • 15 Desember 1955
Pemilu 1971
  • UU N0. 15 tahun 1969 tentang pemilu UU N0. 16 tahun 1969 tentang susduk MPR/DPR
10 parpol DPR = 460
360 dipilih, 25 diangkat dari perseorangan, 75 ABRI
MPR = 920
LPU LUBER Gabungan sistem distrik dan proporsional
  • 5 Juli 1971
Pemilu 1977, 1982
  • UU N0. 4 tahun 1975 tentang pemilu
  • UU N0. 5 tahun 1975 tentang susduk MPR/DPR
  • UU N0. 2 tahun 1980 mengganti UU N0. 4 tahun 1975
3 parpol DPR = 460
MPR = 920
LPU LUBER Gabungan sistem distrik dan proporsional
  • 2 Mei 1977
  • 4 Mei 1982
Pemilu 1987,1992,1997
  • UU N0. 1 tahun 1985 tentang pemilu
  • UU N0. 2 tahun 1985 tentang susduk MPR/DPR
  • UU N0. 5 tahun 1995 mengganti UU N0. 2 tahun 1985
3 parpol DPR = 500
MPR = 1000
Th. 1997
DPR = 425, ABRI = 75, UD = 149, UG = 100, imbanganMPR = 251
LPU LUBER Gabungan sistem distrik dan proporsional
1997 dengan sistem proporsional berdasarkan stelsel daftar
  • 23 April 1987
  • 9 Juni 1992
  • 29 Mei 1997
Pemilu 1999
  • UU N0. 3 tahun 1999 tentang pemilu
  • UU N0. 4 tahun 1999 tentang susduk MPR/DPR
48 parpol DPR = 500
MPR = 700
DPR = 462
TNI/Polri = 38
UD = 135
UG = 65
KPU/PPI LUBER JURDIL DPR =sistem proporsional terbuka
DPD = sistem distrik berwakil banyak
  • 7 Juni 1999
Pemilu 2004
  • UU N0. 12 tahun 2003 tentang pemilu
  • UU N0. 22 tahun 2003 tentang susduk MPR,DPR,DPRD, dan DPD
  • UU N0. 23 tahun 2003 tentang Pilpres/Wapres
24 parpol DPR = 550
DPD = 128
KPU LUBER JURDIL DPR =sistem proporsional terbuka
DPD = sistem distrik berwakil banyak
Pilpres dengan suara terbanyak absolut
  • 5 April 2004
  • 5 Juli/20 September 2004
Pemilu 2009
  • UU N0. 10 tahun 2008 tentang pemilu
  • UU N0. 22 tahun 2003 tentang susduk MPR,DPR,DPRD, dan DPD
  • UU 42/2008 tentang Pemilihan Presiden
38 parpol DPR = 560
DPD = 132
KPU LUBER JURDIL DPR =sistem proporsional terbukaDPD = sistem distrik berwakil banyak

Pilpres dengan suara terbanyak absolut

  • 9 April 2009
  • 8 Juli 2009

Secara garis besar pemilu di Indonesia ada 3 berdasarkan masa atau orde di Indonesia, yaitu:

  • Orde lama, yaitu pemilu yang dilaksanakan pada tahun 1955. Untuk dua keperluan, yaitu memilih anggota DPR(260 kursi/29 September 1955) dan memilih anggota Dewan Konstituante(520 kursi/15 Desember 1955) dan merupakan pemilu pertama serta pemilu yang menjadi catatan emas sejarah Indonesia.
  • Orde baru:
    1. Pemilu 1971, pada tahun ini asas jujur dan kebersamaan mulai ditiadakan dan
      diganti dengan LUBER
    2. Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997; di tahun-tahun ini, pemilu hanya diikuti oleh 3 partai politik yang merupakan gabungan
      dari beberapa partai berdasarkan UU No. 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar. Dua partai yang lain adalah PPP dan PDI.
  • Reformasi:
    1. Pemilu 1999, peserta Pemilu kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pemilu kali ini diikuti oleh 48 partai. Ini sudah jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah partai yang ada dan terdaftar di Departemen Kehakiman dan HAM, yakni 141 partai.
    2. Pemilu 2004, berlangsung tiga tahap(legislatif/DPR, Presiden/wapres, Presiden/wapres II). Pada pemilu ini, rakyat dapat memilih presiden dan wakil presiden secara langsung.
    3. Pemilu 2009, undang-undang memberlakukan cara mencentang dengan bolpen setelah sebelumnya beristilah nyoblos

kode html di belakang artikel ini (html code behind this article):

<div style=”position: relative;”>
<div style=”border: 1px solid #999999; background: #ffffff none repeat scroll 0 0; margin: -1px -1px 0; padding: 0;”>
<div style=”border: 1px solid #999999; background: #dddddd none repeat scroll 0 0; font-family: arial,sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-size: 13px; line-height: normal; color: #000000; font-weight: normal; text-align: left; margin: 12px; padding: 8px;”>
<p style=”text-align: center;”><span style=”font-family: Arial; font-size: small;”><strong> </strong><strong>PERBANDINGAN</strong> <strong>PELAKSANAAN</strong>
<strong>PEMILU</strong> <strong>DI</strong> <strong>INDONESIA</strong></span></p></div>
</div>
<div>
<div style=”border: 1px solid #323232; overflow: auto; width: 100%; height: 300px;”>
<table border=”2″ cellspacing=”0″ width=”1104″>
<tbody>
<tr align=”center” valign=”top” bgcolor=”#c0c0c0″>
<td>Macam</td>
<td>1. Undang-undang</td>
<td>2. Organisasi Peserta Pemilu</td>
<td>3. Jumlah kursi</td>
<td>4. Lembaga Penyelenggara</td>
<td>5. Asas pemilu</td>
<td>6. Sistem Pemilu</td>
<td>7. Tanggal Pelaksanaan</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td>Pemilu  1955</td>
<td><acronym title=”Pemilu  1955″></acronym>
<li>UU N0. 7 tahun 1953 tentang pemilu</li>
</td>
<td><acronym title=”Pemilu  1955″>108 parpol, ormas dan perseorangan</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu  1955″>DPR = 272
Konstituante = 542</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu  1955″>Pemerintah</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu  1955″>Umum,berkesamaan, langsung, rahasia dan bebas</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu  1955″>Sistem proporsional atau perwakilan berimbang</acronym></td>
<td>
<li>29 September 1955</li>
<li>15 Desember 1955</li>
</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td>Pemilu 1971</td>
<td><acronym title=”Pemilu 1971″></acronym>
<li>UU N0. 15 tahun 1969 tentang pemilu UU N0. 16 tahun 1969 tentang susduk MPR/DPR</li>
</td>
<td><acronym title=”Pemilu 1971″>10 parpol</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1971″>DPR = 460
360 dipilih, 25 diangkat dari perseorangan, 75 ABRI
MPR = 920</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1971″>LPU</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1971″>LUBER</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1971″>Gabungan sistem distrik dan proporsional</acronym></td>
<td>
<li>5 Juli 1971</li>
</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td>Pemilu 1977, 1982</td>
<td><acronym title=”Pemilu 1977, 1982″></acronym>
<li>UU N0. 4 tahun 1975 tentang pemilu</li>
<li>UU N0. 5 tahun 1975 tentang susduk MPR/DPR</li>
<li>UU N0. 2 tahun 1980 mengganti UU N0. 4 tahun 1975</li>
</td>
<td><acronym title=”Pemilu 1977, 1982″>3 parpol</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1977, 1982″>DPR = 460
MPR = 920</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1977, 1982″>LPU</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1977, 1982″>LUBER</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1977, 1982″>Gabungan sistem distrik dan proporsional</acronym></td>
<td>
<li>2 Mei 1977</li>
<li>4 Mei 1982</li>
</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td>Pemilu 1987,1992,1997</td>
<td><acronym title=”Pemilu 1987,1992,1997″></acronym>
<li>UU N0. 1 tahun 1985 tentang pemilu</li>
<li>UU N0. 2 tahun 1985 tentang susduk MPR/DPR</li>
<li>UU N0. 5 tahun 1995 mengganti UU N0. 2 tahun 1985</li>
</td>
<td><acronym title=”Pemilu 1987,1992,1997″>3 parpol</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1987,1992,1997″>DPR = 500
MPR = 1000
Th. 1997
DPR = 425, ABRI =  75, UD = 149, UG = 100, imbanganMPR = 251</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1987,1992,1997″>LPU</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1987,1992,1997″>LUBER</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1987,1992,1997″>Gabungan sistem distrik dan proporsional
1997 dengan sistem proporsional berdasarkan stelsel daftar</acronym></td>
<td>
<li>23 April 1987</li>
<li>9 Juni 1992</li>
<li>29 Mei 1997</li>
</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td>Pemilu 1999</td>
<td><acronym title=”Pemilu 1999″></acronym>
<li>UU N0. 3 tahun 1999 tentang pemilu</li>
<li>UU N0. 4 tahun 1999 tentang susduk MPR/DPR</li>
</td>
<td><acronym title=”Pemilu 1999″>48 parpol</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1999″>DPR = 500
MPR = 700
DPR = 462
TNI/Polri = 38
UD = 135
UG = 65</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1999″>KPU/PPI</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1999″>LUBER JURDIL</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 1999″>DPR =sistem proporsional terbuka
DPD = sistem distrik berwakil banyak</acronym></td>
<td>
<li>7 Juni 1999</li>
</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td>Pemilu 2004</td>
<td><acronym title=”Pemilu 2004″></acronym>
<li>UU N0. 12 tahun 2003 tentang pemilu</li>
<li>UU N0. 22 tahun 2003 tentang susduk MPR,DPR,DPRD, dan DPD</li>
<li>UU N0. 23 tahun 2003 tentang Pilpres/Wapres</li>
</td>
<td><acronym title=”Pemilu 2004″>24 parpol</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 2004″>DPR = 550
DPD  = 128 </acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 2004″>KPU</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 2004″>LUBER JURDIL</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 2004″>DPR =sistem proporsional terbuka
DPD = sistem distrik berwakil banyak
Pilpres dengan suara terbanyak absolut</acronym></td>
<td>
<li>5 April 2004</li>
<li>5 Juli/20 September 2004</li>
</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td>Pemilu 2009</td>
<td><acronym title=”Pemilu 2009″></acronym>
<li>UU N0. 10 tahun 2008 tentang pemilu</li>
<li>UU N0. 22 tahun 2003 tentang susduk MPR,DPR,DPRD, dan DPD</li>
<li>UU 42/2008 tentang Pemilihan Presiden</li>
</td>
<td><acronym title=”Pemilu 2009″>38 parpol</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 2009″>DPR = 560
DPD = 132</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 2009″>KPU</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 2009″>LUBER JURDIL</acronym></td>
<td><acronym title=”Pemilu 2009″>DPR =sistem proporsional terbuka</acronym>DPD = sistem distrik berwakil banyakPilpres dengan suara terbanyak absolut</td>
<td>
<li>9 April 2009</li>
<li> 8 Juli 2009</li>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</div>
<p style=”text-align: justify;”>Secara garis besar pemilu di Indonesia ada 3 berdasarkan masa atau orde di Indonesia, yaitu:</p><ul>
<li style=”text-align: justify;”><span style=”text-decoration: underline;”>Orde lama</span>, yaitu pemilu yang dilaksanakan pada tahun 1955. Untuk dua keperluan, yaitu memilih anggota DPR(260 kursi/29 September 1955) dan memilih anggota Dewan Konstituante(520 kursi/15 Desember 1955) dan merupakan pemilu pertama serta pemilu yang menjadi catatan emas sejarah Indonesia.</li>
<li><span style=”text-decoration: underline;”>Orde baru</span>:
<ol>
<li>Pemilu 1971, pada tahun ini asas jujur dan kebersamaan mulai ditiadakan dan
diganti dengan LUBER</li>
<li>Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997; di tahun-tahun ini, pemilu hanya diikuti oleh 3 partai politik yang merupakan gabungan
dari beberapa partai berdasarkan UU No. 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar. Dua partai yang lain adalah PPP dan PDI.</li>
</ol>
</li>
<li><span style=”text-decoration: underline;”>Reformasi</span>:
<ol>
<li>Pemilu 1999, peserta Pemilu kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pemilu kali ini diikuti oleh 48 partai. Ini sudah jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah partai yang ada dan terdaftar di Departemen Kehakiman dan HAM, yakni 141 partai.</li>
<li>Pemilu 2004, berlangsung tiga tahap(legislatif/DPR, Presiden/wapres, Presiden/wapres II). Pada pemilu ini, rakyat dapat memilih presiden dan wakil presiden secara langsung.</li>
<li>Pemilu 2009, undang-undang memberlakukan cara mencentang dengan bolpen setelah sebelumnya beristilah nyoblos</li>
</ol>
</li>
</ul>
<p style=”text-align: center;”><img src=”http://dreamindonesia.files.wordpress.com/2009/05/presiden_indonesia.jpg&#8221; alt=”” />

About these ads

16 responses

  1. Your entire posting, “Perbandingan Pelaksanaan Pemilu di Indonesia |
    .:”no.1″:.” ended up being truly worth commenting on!
    Simply just wanted to point out u really did
    a fantastic job. I appreciate it ,Florene

    22 February 2013 at 2:35 pm

    • thak you

      25 February 2013 at 4:39 pm

  2. untuk versi .doc nya bisa diunduh di halaman materi gratis

    23 May 2012 at 5:57 am

  3. aku emang sk sm ——

    30 October 2011 at 6:49 pm

  4. lias

    thanks y tugas pkn q bsA selesai …

    19 October 2011 at 9:50 pm

  5. firman

    thanks ilmunya, berguna nih, jadi selesai deh tugas

    18 September 2011 at 8:28 pm

    • sama”

      3 October 2011 at 1:06 pm

  6. Rahayu

    wah..
    makasi ya tugas sejarah saya jadi selesai…

    11 September 2011 at 2:57 pm

    • iya sam-sama

      18 September 2011 at 5:26 am

  7. firdausisanue

    THANKS SO MUCH… ALHAMDULILLAH SANGAT MEMBANTU SAYA

    31 May 2011 at 11:11 am

    • sama-sama, berbagi ilmu……………..

      5 June 2011 at 7:09 am

  8. Pingback: 2010 in review « .:"no.1":.

  9. i like it

    7 January 2011 at 11:01 am

  10. maksih

    7 November 2010 at 5:40 pm

  11. sukma

    thanks ya

    31 October 2010 at 6:57 pm

  12. makasih ya tugas PKN saya jadi selesai ni hehe

    25 October 2010 at 7:22 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.