mencoba untuk merasakan apa yang sedang, telah dan akan terjadi untuk kemudian menuliskannya dalam sebuah blog pribadi ini. Selamat membaca

MASA KEMUNDURAN (1250-1500 M)

Pada tahun 1250-1500 M, merupakan babak di mana umat Islam yang berada di sekitar Timur Tengah mendapat berbagai cobaan baik dari dalam maupun dari luar. Dari luar misalnya serangan dari Timur Lenk dan juga Hulagu Khan yang kesemuanya merupakan satu keturunan yaitu bangsa Mongol. Dari dalam atau intern yaitu merupakan masa disintegrasi, konflik antara sunni dan syi’ah yang semakin menajam serta munculnya gerakan-gerakan fanatik terhadap bangsa Arab. Akan tetapi berlainan dengan apa yang terjadi di kawasan Afrika Utara atau Mesir, Dinasti Mamalik yang berkuasa di sana berhasil berhasil selamat dari serangan-serangan dari bangsa Mongol. Sehingga peradaban Islam yang mungkin terputus karena saat itu Baghdad yang merupakan pusat peradaban Islam telah dihancurkan oleh bangsa Mongol, dapat terus berkembang walaupun di tempat yang berbeda. Penyebabnya adalah banyak ilmuwan yang melarikan diri ke Mesir dan di sana pemerintah yang berkuasa juga memperhatikan perkembangan ilmu pengtahuan dan sebagainya. Dengan demikian perkembangan peradaban dari masa periode klasik tidak terputus dan terus berlanjut oleh dinasti Mamalik di Mesir.

Dalam perjalanannya, masa kemunduran ini dapat dibagi ke beberapa fase lagi, yaitu:

  1. Serangan Mongol
    Serangan yang terjadi ini dilakukan oleh bangsa Mongol, bangsa yang terkenal sebagai pengembara dan kebringasannya dalam menentang musuh-musuhnya. Pada tahun 1258 M, kota Baghdad jatuh ke tangan bangsa Mongol dan mengakhiri khilafah Abbasiyah di sana, juga merupakan awal kemuduran politik dan peradaban Islam. Karena pada masa itu Baghdad merupakan pusat kebudayaan dan merupakan kawasan yang kaya akan khsanah ilmu pengetahuan. Kejatuhan Baghdad ini tidak semata-mata karena faktor ekstern, tetapi juga karena faktor intern yang telah meruntuhkan khilafah Abbasiyah di sana. Faktor intern itu antara lain adanya perpecahan yang ditandai dengan lepasnya daerah kekuasaan yang kemudian membentuk kerajaan kecil-kecil, hal tersebut berdampak pada lemahnya kekuatan ekonomi yang juga timbul karena adanya korupsi dan keinginan untuk hidup mewah dikalangan penguasa, dan faktor-faktor lainnya.
  2. Serangan Timur Lenk
    Belum sempat bangkit dari kejatuhan, seabad kemudian malapetaka yang tidak kalah dahsyatnya kembali terjadi. Juga merupakan keturunan bangsa Mongol akan tetapi penyerang kali ini telah menganut agama Islam. Akan tetapi sisa-sisa kekejaman dan kebiadabannya masih melekat kuat. Penyerangan kali ini dipimpin oleh Timur Lenk atau artinya Timur si Pincang. Setiap daerah yang ditaklukkannya, ia membantai penduduk yang melakukan perlawanan. Di Isfahan, Iran, ia membantai 70.000 penduduk, kepala-kepala dari mayat itu dipisahkan dari tubuhnya dan disusun menjadi menara. Di Sabzawar, Afghanistan, bahkan ia membangun menara yang disusun oleh 2000 mayat manusia yang dibalut dengan tanah liat.Walaupun demikian, Timur Lenk adalah sosok yang bisa dibilang saleh. Ia tetap memperhatikan perkembangan Islam. Konon, ia adalah penganut Syi’ah yang taat dan menyukai tasawuf tarekat Naqsabandiyah. Dalam perjalanan-perjalanannya ia selalu membawa serta ulama-ulama, sastrawan dan seniman, ilmuwan dan ulama adalah tokoh yang dihormatinya. Walaupun terkadang ia memaksakan suatu fatwa kepada ulama agar memperbolehkan apa yang dilakukannya.
  3. Dinasti Mamalik di Mesir
    Adalah dinasti yang selamat dari serangan serangan-serangan bangsa Mongol. Banyak kemajuan yang dicapai dari dinasti yang didirikan oleh para budak ini. Di bidang politik atau pemerintahan, pemerintahan dinasti ini bersifat oligarki militer, kecuali dalam waktu yang singkat ketika Qalawun (1280-1290 M) menerapkan pergantian sultan secara turun temurun. Anak Qalawun berkuasa hanya empat tahun, karena kekuasaannya direbut oleh Kitbugha (1295- 1297 M). Sistem pemerintahan oligarki ini banyak mendatangkan kemajuan di Mesir. Kedudukan amir menjadi sangat penting. Para amir berkompetisi dalam prestasi, karena mereka merupakan kandidat sultan. Kemajuan-kemajuan itu dicapai dalam bebagai bidang, seperti konsolidasi pemerintahan, perekonomian, dan ilmu pengetahuan. Di bidang ekonomi dan perdagangan, dinasti Mamalik merupakan jalur utama perdagangan antara Asia dan Eropa menggantikan posisi Baghdad yang telah hancur akibat serangan Mongol. Di bidang ilmu pengetahuan, Mesir menjadi tempat pelarian ilmuwan-ilmuwan asal Baghdad. Karena itu, ilmu-ilmu banyak berkembang di Mesir, seperti sejarah, kedokteran, astronomi, matematika, dan ilmu agama.

Seperti sebuah roda yang berputar, kadang di atas dan kadang di bawah. Dan tidak ada suatu yang abadi di dunia yang bersejarah urdu ini. Hal itu jugalah yang terjadi pada peradaban yang ada di Timur Tengah saat itu. Dan suatu saat peradaban yang ada itu, pasti akan mengalami masa kejayaannya kembali.Ref.

kode html di belakang artikel ini (html code behind this article):

<div style=”background: url(http://iva.velux.com/ar-JO/PublishingImages/_zip/Logo_graphics/IVA_background_hires.jpg);”>
<p style=”text-align: justify;”>Pada tahun 1250-1500 M, merupakan babak di mana umat Islam yang berada di sekitar Timur Tengah mendapat berbagai cobaan baik dari dalam maupun dari luar. Dari luar misalnya serangan dari Timur Lenk dan juga Hulagu Khan yang kesemuanya merupakan satu keturunan yaitu bangsa Mongol. Dari dalam atau intern yaitu merupakan masa disintegrasi, konflik antara sunni dan syi’ah yang semakin menajam serta munculnya gerakan-gerakan fanatik terhadap bangsa Arab. Akan tetapi berlainan dengan apa yang terjadi di kawasan Afrika Utara atau Mesir, Dinasti Mamalik yang berkuasa di sana berhasil berhasil selamat dari serangan-serangan dari bangsa Mongol. Sehingga peradaban Islam yang mungkin terputus karena saat itu Baghdad yang merupakan pusat peradaban Islam telah dihancurkan oleh bangsa Mongol, dapat terus berkembang walaupun di tempat yang berbeda. Penyebabnya adalah banyak ilmuwan yang melarikan diri ke Mesir dan di sana pemerintah yang berkuasa juga memperhatikan perkembangan ilmu pengtahuan dan sebagainya. Dengan demikian perkembangan peradaban dari masa periode klasik tidak terputus dan terus berlanjut oleh dinasti Mamalik di Mesir.</p>
<p style=”text-align: justify;”>Dalam perjalanannya, masa kemunduran ini dapat dibagi ke beberapa fase lagi, yaitu:</p><ol type=””a.””>
<li style=”text-align: justify;”><span style=”text-decoration: underline;”>Serangan Mongol
</span>Serangan yang terjadi ini dilakukan oleh bangsa Mongol, bangsa yang terkenal sebagai pengembara dan kebringasannya dalam menentang musuh-musuhnya. Pada tahun 1258 M, kota Baghdad jatuh ke tangan bangsa Mongol dan mengakhiri khilafah Abbasiyah di sana, juga merupakan awal kemuduran politik dan peradaban Islam. Karena pada masa itu Baghdad merupakan pusat kebudayaan dan merupakan kawasan yang kaya akan khsanah ilmu pengetahuan. Kejatuhan Baghdad ini tidak semata-mata karena faktor ekstern, tetapi juga karena faktor intern yang telah meruntuhkan khilafah Abbasiyah di sana. Faktor intern itu antara lain adanya perpecahan yang ditandai dengan lepasnya daerah kekuasaan yang kemudian membentuk kerajaan kecil-kecil, hal tersebut berdampak pada lemahnya kekuatan ekonomi yang juga timbul karena adanya korupsi dan keinginan untuk hidup mewah dikalangan penguasa, dan faktor-faktor lainnya.</li>
<li style=”text-align: justify;”><span style=”text-decoration: underline;”>Serangan Timur Lenk
</span> Belum sempat bangkit dari kejatuhan, seabad kemudian malapetaka yang tidak kalah dahsyatnya kembali terjadi. Juga merupakan keturunan bangsa Mongol akan tetapi penyerang kali ini telah menganut agama Islam. Akan tetapi sisa-sisa kekejaman dan kebiadabannya masih melekat kuat. Penyerangan kali ini dipimpin oleh Timur Lenk atau artinya Timur si Pincang. Setiap daerah yang ditaklukkannya, ia membantai  penduduk yang melakukan perlawanan. Di Isfahan, Iran, ia membantai 70.000 penduduk, kepala-kepala dari mayat itu dipisahkan dari tubuhnya dan disusun menjadi menara. Di Sabzawar, Afghanistan, bahkan ia membangun menara yang disusun oleh 2000 mayat manusia yang dibalut dengan tanah liat.Walaupun demikian, Timur Lenk adalah sosok yang bisa dibilang saleh. Ia tetap memperhatikan perkembangan Islam. Konon, ia adalah penganut Syi’ah yang taat dan menyukai tasawuf tarekat Naqsabandiyah. Dalam perjalanan-perjalanannya ia selalu membawa serta ulama-ulama, sastrawan dan seniman, ilmuwan dan ulama adalah tokoh yang dihormatinya. Walaupun terkadang ia memaksakan suatu fatwa kepada ulama agar memperbolehkan apa yang dilakukannya.</li>
<li style=”text-align: justify;”><span style=”text-decoration: underline;”>Dinasti Mamalik di Mesir</span>
Adalah dinasti yang selamat dari serangan serangan-serangan bangsa Mongol. Banyak kemajuan yang dicapai dari dinasti yang didirikan oleh para budak ini. Di bidang politik atau pemerintahan, pemerintahan dinasti ini bersifat oligarki militer, kecuali dalam waktu yang singkat ketika Qalawun (1280-1290 M) menerapkan pergantian sultan secara turun temurun. Anak Qalawun berkuasa hanya empat tahun, karena kekuasaannya direbut oleh Kitbugha (1295- 1297 M). Sistem pemerintahan oligarki ini banyak mendatangkan kemajuan di Mesir. Kedudukan amir menjadi sangat penting. Para amir berkompetisi dalam prestasi, karena mereka merupakan kandidat sultan. Kemajuan-kemajuan itu dicapai dalam bebagai bidang, seperti konsolidasi pemerintahan, perekonomian, dan ilmu pengetahuan. Di bidang ekonomi dan perdagangan, dinasti Mamalik merupakan jalur utama perdagangan antara Asia dan Eropa menggantikan posisi Baghdad yang telah hancur akibat serangan Mongol. Di bidang ilmu pengetahuan, Mesir menjadi tempat pelarian ilmuwan-ilmuwan asal Baghdad. Karena itu, ilmu-ilmu banyak berkembang di Mesir, seperti sejarah, kedokteran, astronomi, matematika, dan ilmu agama.</li>
</ol>
<ul><strong>Seperti sebuah roda yang berputar, kadang di atas dan kadang di bawah. Dan tidak ada suatu yang abadi di dunia yang bersejarah urdu ini. Hal itu jugalah yang terjadi pada peradaban yang ada di Timur Tengah saat itu. Dan suatu saat peradaban yang ada itu, pasti akan mengalami masa kejayaannya kembali.</strong></ul>
Ref.
<ul>
<li>Yatim, Badri.1999.<em>Sejarah Peradaban Islam</em>.Jakarta: Rajawali Pers.</li>
<li><a href=”//www.cybermq.com/pustaka/detail//146/dinasti-mamalik-di-mesir-masa-kemunduran””>http://www.cybermq.com/pustaka/detail//146/dinasti-mamalik-di-mesir-masa-kemunduran</a></li&gt;
</ul>
</div>
About these ads

7 tanggapan

  1. el moes

    mhn izin tk di cpy gan a

    27 November 2012 pukul 6:16 pm

    • ya silakan…

      10 Desember 2012 pukul 9:33 am

  2. adai saya punyak sayap saya akan terbang kemekah
    adai klian bisa menjawab pertanyaan saya kalian semua umat nabi ???
    berapa kah tanda kita umat nabi ???

    30 Juni 2011 pukul 11:14 am

  3. kami menyesal karena gak ada ap yg kami harap kan

    30 Juni 2011 pukul 11:06 am

    • apa harapannya?

      10 Desember 2012 pukul 11:31 am

  4. EAK

    makasih ya tulisannya, berguna sekali untuk refrensi tugas. mohon izinnya atuh mas :)

    19 Februari 2011 pukul 6:01 pm

  5. Ping-balik: 2010 in review « .:"no.1":.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.