Definisi Perguruan Tinggi Idaman dalam Perspektif Ilmu
Untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat haruslah dengan ilmu. Sebegitu pentingnya, sehingga menjadikan orang-orang yang berilmu memiliki beberapa keutamaan yang didapatkan jika seseorang itu mau mencari ilmu pengetahuan untuk kemudian diamalkannya ilmu pengetahuan yang telah didapat.
| Daftar Isi: |
-
Opini
-
Melihat permasalahan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, seperti: kemiskinan, kesehatan, sosial, dan sebagainya. Saya meyakini bahwa salah satu cara untuk menyelesaikannya adalah dengan melalui pendidikan. Yaitu suatu bidang yang mampu menjadi sarana penyebaran ilmu bagi masyarakat luas, baik ilmu pengetahuan, ilmu agama atau yang lainnya. Dibandingkan dengan cara yang lain, pendidikan adalah cara yang paling efektif. Belajar dari orang-orang terdahulu, kesengsaraan yang mereka alami adalah disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang mereka punya. Sementara itu, orang-orang terdahulu lainnya yang merasakan kejayaan, mereka adalah orang-orang yang berilmu. Walaupun, tidaklah mudah mengorganisir wilayah Indonesia yang sangat luas ini, namun dengan semangat persatuan dan kesatuan yang dimiliki serta perkembengan teknologi saat ini, penyebaran ilmu ke masyarakat luas sangatlah mungkin.
Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan memang harus memberi fasilitas dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan ini. Seperti, melalui aturan-aturan dan sebagainya yang mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat luas dalam memeperoleh ilmu pengetahuan dan kelancaran penyebarannya.Hingga suatu saat generasi-generasi penerus bangsa adalah merupakan orang-orang yang berilmu yang mampu memahami setiap masalah dan mampu mengatasinya. Tujuan negara yang telah ada sejak berdirinya bangsa ini pun, Insya Allah akan tercapai.
-
Definisi
-
Perguruan tinggi sebagai salah satu jenjang pendidikan merupakan sebuah lembaga yang berwenang untuk menyelenggarakan sebuah proses pendidikan. Proses pendidikan terakhir dari seorang pelajar yang beberapa saat lagi, pelajar tersebut tentu akan merasakan dunia baru. Suatu rangkaian dari proses yang pasti selalu terdapat awal dan akhirnya. Hal ini, mengakibatkan perguruan tinggi dituntut untuk benar-benar menjadi lembaga yang mampu mencetak para intelektual yang berkualitas dan berakhlak mulia. Perguruan yang demikianlah yang dimaksud dengan perguruan tinggi idaman, yaitu perguruan tinggi yang mampu menghasilkan kaum intelektual yang berkualitas dan mempunyai akhlak yang mulia. Terutama dalam penyelenggaraan proses pendidikan itulah yang sebenarnya menentukan hasil atau lulusan dari suatu perguruan tinggi.
-
Uraian
Yogyakarta, selain sebagai kota budaya dan gudeg, Yogyakarta juga memiliki label sebagai kota pelajar. Pandangan ini ada karena telah banyak pelajar dari luar Yogyakarta yang terus berdatangan untuk belajar di kota pelajar ini. Beberapa perguruan tinggi terbaik di Yogyakarta (juga merupakan perguruan tinggi favorit Indonesia), yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, dan lain-lain.
Penjelasan dari opini dan definisi di atas, yaitu sebagai berikut:
| Sub: |
-
Asas Kerakyatan
-
Salah satu cara untuk mencapai sebuah perguruan tinggi yang “idaman” adalah dengan belajar dari masa lalu. Perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini adalah dikarenakan jasa sarjana-sarjana masa lalu dalam berbagai bidang. Suatu lembaga atau badan pendidikan di masa para sarjana itulah juga, yang sebenarnya amat berperan penting dalam kaitannya sebuah penemuan atau karya-karya lainnya. Lembaga yang sudah ada saat ini mungkinlah bisa mengadaptasi beberapa pelajaran dari masa lalu ini untuk kemudian diterapkannya di masa sekarang dengan beberapa penyesuaian. Sementara itu, hal-hal buruk dari masa lalu dapatlah dijadikan sebagai peringatan yang tentunya disertai dengan beberapa penyesuaian. Salah satu dari masa lalu itu adalah Ki Hadjar Dewantara dengan Tamansiswa dan Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyah pada awal abad 20. Sebuah nuansa pendidikan baru bagi kaum pribumi di masa penjajahan. Nuansa tersebut, merupakan salah satu bentuk perlawanan bagi pendidikan kolonial yang cenderung diskriminatif terhadap kelas sosial. Lahir dari kemandirian berpikir dan berjuang mendasarkan diri pada potensi masing-masing. Kedua lembaga pendidkan itu, mengusung asas kerakyatan, yaitu bahwa pendidikan itu untuk seluruh rakyat dan bukan untuk golongan elit semata. Dan melalui lembaga pendidikan saat itu, kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup berbangsa (persatuan dan kesatuan) mulai dipupuk.
-
Penilaian Sikap
-
Ilmu itu bermata dua, dapat digunakan untuk kejahatan dan atau dapat digunakan untuk kebaikan. Dalam hal ini, perguruan tinggi juga berperan dalam mendidik mahasiswa menjadi kaum intelek yang tidak hanya berkualitas di bidangnya, namun juga memiliki akhlak yang mulia. IP sebagai hasil dari prestasi mahasiwa tidaklah semata-mata digunakan sebagai standar tanpa adanya kaitan dengan penilaian sikap. Itulah pendidikan yang utama, yaitu pendidikan yang serta merta mempertimbangkan aspek moral dalam suatu proses pendidikan.
-
Sarana Perpustakaan
-
Perpustakaan sebagai salah satu sarana penunjang, mutlak harus dimiliki oleh perguruan tinggi. Sebisa mungkin perpustakaan memiliki koleksi buku yang lengkap dan selalu terdapat sirkulasi. Tekonologi informasi yang telah merambah ke berbagai bidang termasuk perpustakaan. Sehingga, perguruan tinggi tidak hanya menyediakan perpustakaan konvensional saja, tetapi juga menyediakan perpustakaan digital. Tidak sedikit memang biaya yang dibutuhkan, namun manfaat yang diperoleh tentu lebih. Di sisi lain pengadaan perpustakaan digital akan menumbuhkan budaya plagiarisme di mahasiswa, kebijakan dari perguruan tinggi lah yang mampu mengontrol dari dampak negatif ini.
-
Ilmu Pengetahuan
-
Pelaksanaan politik etis yang dilakukan pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda di bidang pendidikan nyatanya banyak terjadi penyimpangan. Selain melakukan diskriminatif terhadap kelas sosial, pada pelaksanaannya para pelajar saat itu dididik adalah untuk dijadikan sebagai tenaga kerja yang tentu diperlukan untuk kepentingan pemerintah kolonial saat itu. Lalu bagaimana dengan pendidikan saat ini? Memang mutlak diperlukan setiap perguruan tinggi untuk menjalin sebuah hubungan kerja sama dengan dunia kerja khususnya. Namun, kembali ke tujuan pendidikan yaitu perguruan tinggi menciptakan kaum yang cerdas (dalam hal ini sebagai tempat untuk menimba ilmu) dan tidak hanya menjadi penghasil tenaga kerja industri semata.
-
Berwawasan Lingkungan
-
Kegiatan mahasiswa intern kampus, harus menjadi sarana untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa. Di sini mahasiswa juga dapat belajar tentang suatu hal yang tidak diperoleh saat kuliah. Termasuk salah satu kegiatan yang terutama penting yaitu kegiatan yang berwawasan lingkungan atau pun mengenai krisis energi di masa mendatang. Melihat kerusakan lingkungan yang cukup mengkhawatirkan saat ini, tidak hanya menjadi masalah lokal atau nasional saja tetapi sudah merupakan masalah yang bersifat global.
Berbeda dengan jenjang pendidikan sebelumnya, yaitu Sekolah Menengah Atas atau SMA, perguruan tinggi dalam berbagai hal mempunyai banyak perbedaan dengan jenjang sebelumnya ini. Termasuk lingkungan pergaulan, tempat, suasana, sistem, dan sebagainya.
Kini budaya konsumtif tengah melanda kalangan pelajar khususnya di Yogyakarta, kota yang memiliki label kota pelajar. Semakin hari Yogyakarta telah banyak berubah dan mengarah seperti kota metropolitan dengan banyaknya investor yang menanamkan modalnya.
Rangkuman
| Asas Kerakyatan | : | Bahwa pendidikan adalah untuk seluruh rakyat |
| Penilaian Sikap | : | Pendidikan yang utama, yaitu pendidikan yang serta merta mempertimbangkan aspek moral dalam suatu proses pendidikan. |
| Sarana Perpustakaan | : | Sarana ini mutlak harus dimiliki |
| Ilmu Pengetahuan | : | Perguruan tinggi tidak hanya sebagai tempat penghasil tenaga kerja |
| Berwawasan Lingkungan | : | Kerusakan lingkungan yang cukup mengkhawatirkan saat ini, tidak hanya menjadi masalah lokal atau nasional saja tetapi sudah merupakan masalah yang bersifat global. |
Ref.
-balkon edisi khusus 2008
-dll.
kode html di belakang artikel ini (html code behind this article):
<p style=”text-align: justify;”><big>U</big>ntuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat haruslah dengan ilmu. Sebegitu pentingnya, sehingga menjadikan orang-orang yang berilmu memiliki beberapa keutamaan yang didapatkan jika seseorang itu mau mencari ilmu pengetahuan untuk kemudian diamalkannya ilmu pengetahuan yang telah didapat.</p>
<table style=”background: black; border: 2px inset; color: white;” cellpadding=”20″>
<tbody>
<tr>
<td><strong><span id=”daftar_isi”>Daftar Isi:</span></strong>
<ol type=”I”>
<li><a href=”#Opini”>Opini</a></li>
<li><a href=”#Definisi”>Definisi</a></li>
<li><a href=”#Uraian”>Uraian</a>
<ol type=”i”>
<li><a href=”#Asas_Kerakyatan”>Asas Kerakyatan</a></li>
<li><a href=”#Penilaian_Sikap”>Penilaian Sikap</a></li>
<li><a href=”#Sarana_Perpustakaan”>Sarana Perpustakaan</a></li>
<li><a href=”#Ilmu_Pengetahuan”>Ilmu Pengetahuan</a></li>
<li><a href=”#Berwawasan_Lingkungan”>Berwawasan Lingkungan</a></li>
</ol>
</li>
<li><a href=”#Rangkuman”>Rangkuman</a></li>
</ol>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<dl> <hr /><dd>
<h4><span id=”Opini”>Opini</span></h4>
</dd> <dt>
<p style=”text-align: justify;”>Melihat permasalahan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, seperti: kemiskinan, kesehatan, sosial, dan sebagainya. Saya meyakini bahwa salah satu cara untuk menyelesaikannya adalah dengan melalui pendidikan. Yaitu suatu bidang yang mampu menjadi sarana penyebaran ilmu bagi masyarakat luas, baik ilmu pengetahuan, ilmu agama atau yang lainnya. Dibandingkan dengan cara yang lain, pendidikan adalah cara yang paling efektif. Belajar dari orang-orang terdahulu, kesengsaraan yang mereka alami adalah disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang mereka punya. Sementara itu, orang-orang terdahulu lainnya yang merasakan kejayaan, mereka adalah orang-orang yang berilmu. Walaupun, tidaklah mudah mengorganisir wilayah Indonesia yang sangat luas ini, namun dengan semangat persatuan dan kesatuan yang dimiliki serta perkembengan teknologi saat ini, penyebaran ilmu ke masyarakat luas sangatlah mungkin.</p>
<p style=”text-align: justify;”>Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan memang harus memberi fasilitas dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan ini. Seperti, melalui aturan-aturan dan sebagainya yang mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat luas dalam memeperoleh ilmu pengetahuan dan kelancaran penyebarannya.Hingga suatu saat generasi-generasi penerus bangsa adalah merupakan orang-orang yang berilmu yang mampu memahami setiap masalah dan mampu mengatasinya. Tujuan negara yang telah ada sejak berdirinya bangsa ini pun, Insya Allah akan tercapai.</p>
<p style=”text-align: right;”><a href=”#daftar_isi”>Kembali ke daftar isi</a></p>
</dt>
<hr /><dd>
<h4><span id=”Definisi”>Definisi</span></h4>
</dd> <dt>
<p style=”text-align: justify;”>Perguruan tinggi sebagai salah satu jenjang pendidikan merupakan sebuah lembaga yang berwenang untuk menyelenggarakan sebuah proses pendidikan. Proses pendidikan terakhir dari seorang pelajar yang beberapa saat lagi, pelajar tersebut tentu akan merasakan dunia baru. Suatu rangkaian dari proses yang pasti selalu terdapat awal dan akhirnya. Hal ini, mengakibatkan perguruan tinggi dituntut untuk benar-benar menjadi lembaga yang mampu mencetak para intelektual yang berkualitas dan berakhlak mulia. Perguruan yang demikianlah yang dimaksud dengan perguruan tinggi idaman, yaitu perguruan tinggi yang mampu menghasilkan kaum intelektual yang berkualitas dan mempunyai akhlak yang mulia. Terutama dalam penyelenggaraan proses pendidikan itulah yang sebenarnya menentukan hasil atau lulusan dari suatu perguruan tinggi.</p>
<p style=”text-align: right;”><a href=”#daftar_isi”>Kembali ke daftar isi</a></p>
</dt>
<p style=”background: silver none repeat scroll 0 0; text-align: justify; border: 2px grey inset; padding: 10px;”><a title=”Hello! Myspace Comments” href=”http://mnsls.com/”><img src=”http://i.mnsls.com/102/10221.gif” border=”0″ alt=”Hello! Myspace Comments” align=”right” /></a>Yogyakarta, selain sebagai kota budaya dan gudeg, Yogyakarta juga memiliki label sebagai kota pelajar. Pandangan ini ada karena telah banyak pelajar dari luar Yogyakarta yang terus berdatangan untuk belajar di kota pelajar ini. Beberapa perguruan tinggi terbaik di Yogyakarta (juga merupakan perguruan tinggi favorit Indonesia), yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, dan lain-lain.</p>
<hr /><dd>
<h4><span id=”Uraian”>Uraian</span></h4>
</dd>Penjelasan dari opini dan definisi di atas, yaitu sebagai berikut:
<table style=”background: black; color: white; border: 2px inset;” cellpadding=”10″>
<tbody>
<tr>
<td><strong>Sub:</strong>
<ol type=”i”>
<li><a href=”#Asas_Kerakyatan”>Asas Kerakyatan</a></li>
<li><a href=”#Penilaian_Sikap”>Penilaian Sikap</a></li>
<li><a href=”#Sarana_Perpustakaan”>Sarana Perpustakaan</a></li>
<li><a href=”#Ilmu_Pengetahuan”>Ilmu Pengetahuan</a></li>
<li><a href=”#Berwawasan_Lingkungan”>Berwawasan Lingkungan</a></li>
</ol>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<dt> </dt> </dl> <dl>
<ul> <hr /><dd>
<h4><span id=”Asas_Kerakyatan”>Asas Kerakyatan</span></h4>
</dd> <dt>
<p style=”text-align: justify;”>Salah satu cara untuk mencapai sebuah perguruan tinggi yang “idaman” adalah dengan belajar dari masa lalu. Perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini adalah dikarenakan jasa sarjana-sarjana masa lalu dalam berbagai bidang. Suatu lembaga atau badan pendidikan di masa para sarjana itulah juga, yang sebenarnya amat berperan penting dalam kaitannya sebuah penemuan atau karya-karya lainnya. Lembaga yang sudah ada saat ini mungkinlah bisa mengadaptasi beberapa pelajaran dari masa lalu ini untuk kemudian diterapkannya di masa sekarang dengan beberapa penyesuaian. Sementara itu, hal-hal buruk dari masa lalu dapatlah dijadikan sebagai peringatan yang tentunya disertai dengan beberapa penyesuaian. Salah satu dari masa lalu itu adalah Ki Hadjar Dewantara dengan Tamansiswa dan Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyah pada awal abad 20. Sebuah nuansa pendidikan baru bagi kaum pribumi di masa penjajahan. Nuansa tersebut, merupakan salah satu bentuk perlawanan bagi pendidikan kolonial yang cenderung diskriminatif terhadap kelas sosial. Lahir dari kemandirian berpikir dan berjuang mendasarkan diri pada potensi masing-masing. Kedua lembaga pendidkan itu, mengusung asas kerakyatan, yaitu bahwa pendidikan itu untuk seluruh rakyat dan bukan untuk golongan elit semata. Dan melalui lembaga pendidikan saat itu, kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup berbangsa (persatuan dan kesatuan) mulai dipupuk.</p>
<p style=”text-align: right;”><a href=”#daftar_isi”>Kembali ke daftar isi</a></p>
</dt></ul>
<ul> <hr /><dd>
<h4><span id=”Penilaian_Sikap”>Penilaian Sikap</span></h4>
</dd> <dt>
<p style=”text-align: justify;”>Ilmu itu bermata dua, dapat digunakan untuk kejahatan dan atau dapat digunakan untuk kebaikan. Dalam hal ini, perguruan tinggi juga berperan dalam mendidik mahasiswa menjadi kaum intelek yang tidak hanya berkualitas di bidangnya, namun juga memiliki akhlak yang mulia. IP sebagai hasil dari prestasi mahasiwa tidaklah semata-mata digunakan sebagai standar tanpa adanya kaitan dengan penilaian sikap. Itulah pendidikan yang utama, yaitu pendidikan yang serta merta mempertimbangkan aspek moral dalam suatu proses pendidikan.</p>
<p style=”text-align: right;”><a href=”#daftar_isi”>Kembali ke daftar isi</a></p>
</dt></ul>
<p style=”background: silver none repeat scroll 0 0; text-align: justify; border: 2px grey inset; padding: 10px;”><a title=”Get Well Myspace Comments” href=”http://mnsls.com/”><img src=”http://i.mnsls.com/148/14881.gif” border=”0″ alt=”Get Well Myspace Comments” align=”left” /></a>Berbeda dengan jenjang pendidikan sebelumnya, yaitu Sekolah Menengah Atas atau SMA, perguruan tinggi dalam berbagai hal mempunyai banyak perbedaan dengan jenjang sebelumnya ini. Termasuk lingkungan pergaulan, tempat, suasana, sistem, dan sebagainya.</p>
<ul> <hr /><dd>
<h4><span id=”Sarana_Perpustakaan”>Sarana Perpustakaan</span></h4>
</dd> <dt>
<p style=”text-align: justify;”>Perpustakaan sebagai salah satu sarana penunjang, mutlak harus dimiliki oleh perguruan tinggi. Sebisa mungkin perpustakaan memiliki koleksi buku yang lengkap dan selalu terdapat sirkulasi. Tekonologi informasi yang telah merambah ke berbagai bidang termasuk perpustakaan. Sehingga, perguruan tinggi tidak hanya menyediakan perpustakaan konvensional saja, tetapi juga menyediakan perpustakaan digital. Tidak sedikit memang biaya yang dibutuhkan, namun manfaat yang diperoleh tentu lebih. Di sisi lain pengadaan perpustakaan digital akan menumbuhkan budaya plagiarisme di mahasiswa, kebijakan dari perguruan tinggi lah yang mampu mengontrol dari dampak negatif ini.</p>
<p style=”text-align: right;”><a href=”#daftar_isi”>Kembali ke daftar isi</a></p>
</dt></ul>
<ul> <hr /><dd>
<h4><span id=”Ilmu_Pengetahuan”>Ilmu Pengetahuan</span></h4>
</dd> <dt>
<p style=”text-align: justify;”>Pelaksanaan politik etis yang dilakukan pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda di bidang pendidikan nyatanya banyak terjadi penyimpangan. Selain melakukan diskriminatif terhadap kelas sosial, pada pelaksanaannya para pelajar saat itu dididik adalah untuk dijadikan sebagai tenaga kerja yang tentu diperlukan untuk kepentingan pemerintah kolonial saat itu. Lalu bagaimana dengan pendidikan saat ini? Memang mutlak diperlukan setiap perguruan tinggi untuk menjalin sebuah hubungan kerja sama dengan dunia kerja khususnya. Namun, kembali ke tujuan pendidikan yaitu perguruan tinggi menciptakan kaum yang cerdas (dalam hal ini sebagai tempat untuk menimba ilmu) dan tidak hanya menjadi penghasil tenaga kerja industri semata.</p>
<p style=”text-align: right;”><a href=”#daftar_isi”>Kembali ke daftar isi</a></p>
</dt>
<hr /></ul>
<ul> <dd>
<h4><span id=”Berwawasan_Lingkungan”>Berwawasan Lingkungan</span></h4>
</dd> <dt>
<p style=”text-align: justify;”>Kegiatan mahasiswa intern kampus, harus menjadi sarana untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa. Di sini mahasiswa juga dapat belajar tentang suatu hal yang tidak diperoleh saat kuliah. Termasuk salah satu kegiatan yang terutama penting yaitu kegiatan yang berwawasan lingkungan atau pun mengenai krisis energi di masa mendatang. Melihat kerusakan lingkungan yang cukup mengkhawatirkan saat ini, tidak hanya menjadi masalah lokal atau nasional saja tetapi sudah merupakan masalah yang bersifat global.</p>
<p style=”text-align: right;”><a href=”#daftar_isi”>Kembali ke daftar isi</a></p>
</dt></ul>
</dl>
<p style=”background: silver none repeat scroll 0 0; text-align: justify; border: 2px grey inset; padding: 10px;”><a title=”Cartoons Myspace Comments” href=”http://mnsls.com/”><img src=”http://i.mnsls.com/439/43917.gif” border=”0″ alt=”Cartoons Myspace Comments” align=”left” /></a>Kini budaya konsumtif tengah melanda kalangan pelajar khususnya di Yogyakarta, kota yang memiliki label kota pelajar. Semakin hari Yogyakarta telah banyak berubah dan mengarah seperti kota metropolitan dengan banyaknya investor yang menanamkan modalnya.</p>
<p style=”text-align: justify;”></p>
<hr /><dd>
<h4><span id=”Rangkuman”>Rangkuman</span></h4>
</dd> <dt>
<li>Ilmu adalah kunci untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.</li>
<li>Definisi perguruan tinggi idaman: Adalah perguruan tinggi yang mampu menghasilkan kaum intelektual yang berkualitas dan mempunyai akhlak yang mulia.</li>
<li>Uraian:
<table border=”0″>
<tbody>
<tr>
<td>Asas Kerakyatan</td>
<td>:</td>
<td>Bahwa pendidikan adalah untuk seluruh rakyat</td>
</tr>
<tr>
<td>Penilaian Sikap</td>
<td>:</td>
<td>Pendidikan yang utama, yaitu pendidikan yang serta merta mempertimbangkan aspek moral dalam suatu proses pendidikan.</td>
</tr>
<tr>
<td>Sarana Perpustakaan</td>
<td>:</td>
<td>Sarana ini mutlak harus dimiliki</td>
</tr>
<tr>
<td>Ilmu Pengetahuan</td>
<td>:</td>
<td>Perguruan tinggi tidak hanya sebagai tempat penghasil tenaga kerja</td>
</tr>
<tr>
<td>Berwawasan Lingkungan</td>
<td>:</td>
<td>Kerusakan lingkungan yang cukup mengkhawatirkan saat ini, tidak hanya menjadi masalah lokal atau nasional saja tetapi sudah merupakan masalah yang bersifat global.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</li>
</dt>
<hr />
<h4>Ref.</h4>
-balkon edisi khusus 2008
-dll.
<p style=”text-align: right;”><a href=”#daftar_isi”>Kembali ke daftar isi</a></p>
</div>
ORANG NO. 1 DI INDONESIA
Berikut ini adalah daftar presiden RI dari masa ke masa:
| No. | Presiden | Wakil Presiden | Periode |
|---|---|---|---|
| 1. | Ir. Soekarno | Mohammad Hatta | 1945-1967 |
| 2. | Soeharto | - | 1967-1973 |
| Sri Sultan H. B. IX | 1973-1978 | ||
| Adam Malik | 1978-1983 | ||
| Umar Wirahadi Kusumah | 1983-1988 | ||
| Sudharmono | 1988-1993 | ||
| Try Sutrisna | 1993-1998 | ||
| Prof. Dr. Ing. B. J. Habibi | 1998 | ||
| 3. | Prof. Dr. Ing. Baharuddin Jusuf Habibi | - | 1998-1999 |
| 4. | Abdurrahman Wahid | Megawati Soekarno Putri | 1999-2001 |
| 5. | Megawati Soekarno Putri | Hamzah Has | 2001-2004 |
| 6. | Susilo Bambang Yudhoyono | M. Jusuf Kalla | 2004-2009 |
| Boediono | 2009-2014 |
Berikut ini foto-fotonya:







[?] kode html di belakang artikel ini (html code behind this article):
<table style=”border: 10 gold outset; background: black; color: white;” border=”1″ cellpadding=”5″ align=”center”>
<tbody>
<tr>
<th style=”border: 2 white dotted;”>No.</th>
<th style=”border: 2 white dotted;”>Presiden</th>
<th style=”border: 2 white dotted;”>Wakil Presiden</th>
<th style=”border: 2 white dotted;”>Periode</th>
</tr>
<tr align=”center”>
<td style=”border: 2 lime dotted;”>1.</td>
<td style=”border: 2 lime dotted;”>Ir. Soekarno</td>
<td style=”border: 2 lime dotted;”>Mohammad Hatta</td>
<td style=”border: 2 lime dotted;”>1945-1967</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td style=”border: 2 violet dotted;” rowspan=”7″>2.</td>
<td style=”border: 2 violet dotted;” rowspan=”7″>Soeharto</td>
<td style=”border: 2 violet dotted;”>-</td>
<td style=”border: 2 violet dotted;”>1967-1973</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td style=”border: 2 violet dotted;”>Sri Sultan H. B. IX</td>
<td style=”border: 2 violet dotted;”>1973-1978</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td style=”border: 2 violet dotted;”>Adam Malik</td>
<td style=”border: 2 violet dotted;”>1978-1983</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td style=”border: 2 violet dotted;”>Umar Wirahadi Kusumah</td>
<td style=”border: 2 violet dotted;”>1983-1988</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td style=”border: 2 violet dotted;”>Sudharmono</td>
<td style=”border: 2 violet dotted;”>1988-1993</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td style=”border: 2 violet dotted;”>Try Sutrisna</td>
<td style=”border: 2 violet dotted;”>1993-1998</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td style=”border: 2 violet dotted;”>Prof. Dr. Ing. B. J. Habibi</td>
<td style=”border: 2 violet dotted;”>1998</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td style=”border: 2 brown dotted;”>3.</td>
<td style=”border: 2 brown dotted;”>Prof. Dr. Ing. Baharuddin Jusuf Habibi</td>
<td style=”border: 2 brown dotted;”>-</td>
<td style=”border: 2 brown dotted;”>1998-1999</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td style=”border: 2 pink dotted;”>4.</td>
<td style=”border: 2 pink dotted;”>Abdurrahman Wahid</td>
<td style=”border: 2 pink dotted;”>Megawati Soekarno Putri</td>
<td style=”border: 2 pink dotted;”>1999-2001</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td style=”border: 2 orange dotted;”>5.</td>
<td style=”border: 2 orange dotted;”>Megawati Soekarno Putri</td>
<td style=”border: 2 orange dotted;”>Hamzah Has</td>
<td style=”border: 2 orange dotted;”>2001-2004</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td style=”border: 2 red dotted;” rowspan=”2″>6.</td>
<td style=”border: 2 red dotted;” rowspan=”2″>Susilo Bambang Yudhoyono</td>
<td style=”border: 2 red dotted;”>M. Jusuf Kalla</td>
<td style=”border: 2 red dotted;”>2004-2009</td>
</tr>
<tr align=”center”>
<td style=”border: 2 red dotted;”>Boediono</td>
<td style=”border: 2 red dotted;”>2009-2014</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<em><strong>Berikut ini foto-fotonya:</strong></em>
<div style=”border: 5px ridge silver; overflow: auto; width: 100%; height: 300px;text-align: center;”><img title=”Ir. Soekarno” src=”http://perspective.usherbrooke.ca/bilan/contributions/eb8e9220070430114121021.jpg” alt=”Ir. Soekarno” /><img src=”http://img196.imageshack.us/img196/6760/suharto.jpg” border=”0″ title=”Suharto” alt=”Suharto” /><img title=”B. J. Habibi” src=”http://asset.soup.io/asset/0663/9270_5b62.jpeg” alt=”B. J. Habibi” /><img title=”Gusdur” src=”http://2.bp.blogspot.com/_7i5-T8MILEo/SztMGL1weHI/AAAAAAAADFE/nqi6q7Dy6Ik/s320/gusdur-meninggal-dunia.jpg” alt=”Gusdur” /><img title=”Megawati” src=”http://www.sripoku.com/foto/berita/2009/6/24/24-6-2009-p2009MEGAWATI7.jpg” alt=”Megawati” /><img title=”SBY” src=”http://www.detikfinance.com/images/content/2009/03/30/4/SBY-Abr-dalam.jpg” alt=”SBY” /></div>
<img src=”http://dreamindonesia.files.wordpress.com/2009/05/presiden_indonesia.jpg?w=544″ alt=”" />





SocialVibe