Membaca Keadaan

Banyak masalah, beberapa masalah tak dapat dipecahkan, menghindari masalah, akan tetapi masalah itu tetap ada, dan sebagainya. Mencari jalan keluar dari semuanya, berharap masalah tak menghalangi jalan lagi. Atau malah menggagalkan semua yang telah direncanakan sebelumnya. Tetapi, apakah rencana yang telah dibuat itu sudah sesuai (tentang usaha yang dilakukan)?
Hari ini adalah investasi masa depan, banyak hal yang dapat dilakukan untuk meraih suatu yang dicita-citakan di masa yang akan datang. Seribu langkah diawali dari langkah pertama, langkah pertama inilah yang harus diterima dan lakukan sebaiknya, sehingga awal yang bagus dan Insya Allah akan berakhir dengan sebaiknya atau lebih. Mulailah dengan mengenali diri sendiri, mengenali lingkungan, dan pada akhirnya mulai mengenali Tuhan Semesta Alam. Tahap mengenali tersebut, buatlah sebuah pengkategorian berdasarkan prioritas kepentingan dan hal-hal yang bermanfaat bagi diri dan termasuk lingkungan sekitar. Lakukan evaluasi pada pengkategorian, jika mengalami kebimbangan atau keraguan bertanyalah pada orang lain dan amati jawabanya dengan seksama, agar bisa mengambil inti dari apa yang telah disampaikan. Kesalahan pun mulai terkoreksi dan menyisakan beberapa kesalahan yang mungkin tak kan pernah disadari, seperti keadaan dalam tulisan ini. Kemudian yakinkan pada diri tentang apa yang telah dilakukan dengan tanpa merasa selalu benar, benar, dan benar sendiri, jangan sampai hal itu disepelekan.
Lihatlah kearah jarum jam yang terus bergerak menjauhi masa lalu itu dan buatlah perhitungan mengenai kapan saat yang tepat dan di mana saat itu berada, lakukan hal yang sama pada kerabatnya yaitu kalender. Hal yang rumit dapat terselesaikan dalam waktu yang singkat, bukankah ini sangat mengenarik. Berdasarkan pengkategorian pada pemikiran pertama, selesaikanlah masalah-masalah yang dihadapi dengan tahapan-tahapan yang telah terencana dan berarah agar dapat sampai ke tujuan dengan selamat. Di dalamnya; berpikirlah secara luas dan tak terbatas, hindari rasa amarah, egois, kesombongan, dan sifat-sifat yang menyebabkan keadaan memburuk untuk selalu dihindari serta jangn segan-segan untuk meminta pertolongan kepada yang dipercayai. Membaca keadaan, itulah pada intinya yang hendak disampaikan. Lalu amatilah apa yang terjadi, mungkin hal yang diinginkan, tidak diinginkan, tak terbayangkan dan sebagainya. Tetapi tetap bersyukurlah atas apa yang terjadi, karena di dalamnya terdapat tanda-tanda Kebesaran, Keadilan, Kuasa-Nya, dan sebagainya. Dan semua itu karena Dia cinta kepada hamba-Nya, bahkan terlalu cinta. Tunjukkan rasa syukur tersebut dengan menjalankan perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya, karena kesadaran yang telah diberikan bersama melalui utusan-utusan-Nya. Supaya diri ini bisa menyelami keindahan-Nya, amin ya rabbal’alamin………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s