Jengis Khan Penguasa Daratan Mongol

Seorang penguasa yang lahir pada abad ke-12 masehi ini, merupakan satu dari seratus tokoh berpengaruh dunia dalam sejarah.

Adalah tokoh sentral bangsa Mongol(Tartar) yang pada masanya terkenal sebagai bangsa yang kejam dan bengis pada lawan dan musuh-musuhnya.Selain itu, suku Mongol dan Turk yang terpencar-pencar di wilayah luas antara sungai Dzungaria dan Irtish. Merupakan penunggang-penunggang kuda yang mahir dan pendekar-pendekar yang keras dan tak kenal ampun. Tidak hanya itu, bangsa Mongol adalah bangsa yang suku-sukunya sering saling serang di antara mereka.

Bangsa Mongol berasal dari daerah pegunungan Mongolia yang membentang dari Asia Tengah sampai ke Siberia Utara, Tibet Selatan, Manchuria Barat, dan Turkistan Timur. Dalam rentang waktu yang sangat panjang, bangsa Mongol kehidupannya tetap sederhana. Seperti bangsa nomad lainnya, mereka sering berpindah-pindah tempat , mendirikan perkemahan, menggembala kambing dan hidup dari hasil buruan. Mereka juga menggantungkan kehidupannya dari berdagagang secara tradisional, yaitu dengan mempertukarkan kulit binatang dengan binatang yang lain. Baik sesamanya atau dengan bangsa Cina dan Turki yang menjadi tetangganya. Seperti kebanyakan nomad, orang-orang Mongol mempunyai watak yang kasar, suka berperang, dan berani menantang maut demi keinginannya. Akan tetapi orang-orang Mongol adalah orang yang patuh kepada pemimpinnya. Kepercayaan yang mereka anut adalah syamanisme, yaitu menyembah binatang-binatang dan sujud kepada matahari yang terbit.

Sewaktu kecil, dinamai Temujin oleh ayahnya. Masa kecilnya diwarnai dengan peristiwa terbunuhnya Yasugei atau ayah dari Temujin. Yasugei, adalah seorang Khan (raja) yang mengepalai 13 kelompok suku Borjigin, salah satu suku utama Mongol – Turk yang paling berapi dan gagah perkasa. Sebagai Khan kecil, Yasugei tunduk kepada Khan yang lebih tinggi,Utaq Khan. Ketika Temujin berusia 13 tahun terjadilah perebutan kekuasaan dalam suku Borjigin. Ayahnya mati terbunuh disebabkan panah beracun Dario salah seorang lawan politiknya. Sepeninggal ayahnya, justru Temujin tidak diakui sebagai penggantinya karena dianggap masih muda. Sementara itu keluarganya berada dalam ketakutan dan ancaman.

Ketika menginjak usia remaja, Temujin berhasil ditawan oleh musuhnya dalam suatu peperangan. Akan tetapi Temujin akhirnya mampu bangkit dan menjadi orang terkuat serta penguasa yang tangguh pada masanya. Kebangkitannya itu, berawal ketika ia lolos dari cengkeraman musuhnya ketika ditawan. Dan di usia 20 tahun, bakat Temujin sebagai pemimpin telah kelihatan. Segala beluk ilmu perang dia pelajari, termasuk ketangkasan dalam penggunaan segala jenis senjata perang dan menunggang kuda. Pada suatu saat, secara diam-diam Temujin mengumpulkan para pengikut ayahnya dan melatih mereka dengan disiplin keras. Pada waktu yang tepat dia pun menyerang bekas lawan politik ayahnya dan berhasil merebut kembali kedudukannya sebagai khan suku Borjigin. Tidak berapa lama setelah itu dia berhasil menyatukan suku-suku Mongol dan Turk yang sebelumnya suka berhantam sesamanya dan menyia-nyiakan energi. Dengan kelihaian menggabungkan sikap keberanian, diplomasi, kekerasan dan kesanggupan mengorganisir, itulah yang menyebabkan Temujin mampu mempersatukan suku-suku Mongol dan Turk, dan pada tahun 1206 sebuah permusyawaratan besar antar suku-suku Mongol memberi julukan Temujin “Jengis Khan” yang berarti “Kaisar semesta”. Akibat penobatanya sebagai khan itu semakin mengokohkan keyakinannya untuk menguasai kawasan-kawasan sekitar bangsa Mongol, terutama rasa ingin balas dendamnya kepada bangsa Kin yang sering menyerang. Karena menganggap bangsa Mongol adalah bangsa yang biadab. Dan mulai saat itulah Jengis Khas menjadi seorang pemimpin bangsa Mongol, serta dijadikannya bangsa Mongol sebagai bangsa yang tangguh pada masanya.

Saat masa kepemimpinannya ia juga menetapkan suatu undang-undang yang disebutnya Alyasak atau Alyasah, yang bertujuan untuk mengatur kehidupan rakyatnya. Di bidang militer Jengis Khan memberi kewajiban yang sama pada perempuan dengan laki-laki. Pasukan perang dibagi dalam beberapa kelompok besar dan kecil, yang masing-masing dipimpin oleh seorang komandan. Dengan demikian bangsa Mongol mengalami kemajuan di bidang militer. Setelah pasukan terorganisir, Jengis Khan mulai melakukan perluasan wilayah dengan menyerang daerah-daerah sekitarnya.

Peking, adalah daerah kekuasaan kerajaan Cina yang pertama kali diduduki. Kemudian sasaran selanjutnya adalah negeri-negeri Islam. Disetiap daerah yang dilaluinya, pembunuhan besar-besaran terjadi. bengunan-bangunan indah dihancurkan sehingga tidak terbentuk lagi. Termasuk kebudayaan yang berupa pengetahuan dan juga masjid-masjid serta gedung-gedung lainnya yang memiliki nilai sejarah pun dibakar. Yang suatu saat perluasan wilayah tersebut dilanjutkan oleh keturunannya, hingga kota Baghdad yang menjadi pusat kebudayaan dan peradaban Islam pun jatuh oleh serangan bangsa Mongol dan mengakhiri khilafah Abbasiyah serta mengawali kemuduran politik dan peradaban Islam. Saat kondisi fisik Jengis Khan memburuk, sebelum ia wafat, ia sempat membagi wilayah kekuasaannya kepada empat orang puteranya. Dia kembali ke Mongolia tahun 1225 dan wafat di sana tahun 1227.

Salah satu faktor yang menyebabkab Jengis Khan berhasil adalah kebengisan dan kebiadabannya dalam memperlakukan lawan-lawan politiknya. Ketika Jengis Khan dan tentaranya berhasil menguasai suatu wilayah, maka para pemimpim pinnya akan ditangkap dan segera direbus hidup-hidup dalam air yang sedang mendidih. Selain itu penduduknya juga dibunuh, kecuali para orang pandai, ahli bahasa, sastrawan, seniman, ahli sejarah, dan lainnya dengan tujuan agar bangsa Mongol akan menjadi bangsa yang lebih beradab. Hingga akhirnya, Jengis Khan mampu membawa bangsa Mongol sebagai penakluk daratan Asia sampai keturunannya memimpin berabad-abad. Dikarenakan Jengis Khan mampu menorganisir daerah-daerah yang ditaklukannya dengan rapi, serta memiliki anak dan cucu yang merupakan pewaris-pewaris yang teguh.

Terdapat makna dari penyatuannya daratan Asia ini, yaitu lebih berkembangnya rute perdagangan. Khususnya Antara Eropa dan Cina, sehingga para pedagang Eropa berdatangan dan kembali dengan membawa berbagai kisah tentang kemakmuran yang ditemui para pedagang Eropa itu.

Semoga saat ini dan seterusnya tidak akan ada lagi pemimpin yang memiliki sifat kebengisan, kekejaman, dan sebagainya. Walaupun hanya sekedar harapan saja, berharap hal ini tidak menimpaku di hari-hari yang penuh perjuangan ini. Apapun alasannya, disadari atau tidak disadari, dan merasa benar walaupun mungkin orang lain tidak sepertinya agar lebih dipertimbangkan. Dan kolonialisme yang pernah ada itu jangan sampai terulang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

One thought on “Jengis Khan Penguasa Daratan Mongol

  1. Subhanallah jika indonesia memiliki pemimpin yang tegas dan pemberani mungkin kita akan menjadi bangsa terhebat se asia

    kita ambil sifat positif jengis khan dan mempraktekkan di kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s