TEKNOLOGI SEDERHANA: LUBANG RESAPAN BIOPORI DAN UPAYA PENANGGULANGAN KRISIS CADANGAN AIR

Musim kemarau biasanya mengakibatkan kedalaman muka air sumur menjadi lebih dalam,sedangkan di musim penghujan berkibat pada terganggunya arus lalu lintas oleh air yang tergenang bahkansering juga menyebabkan banjir. Apakah semua keadaan ini akan menjadi kebiasaan tiap tahun saja? Tentukita semua tidak ingin setiap sekali dalam setahun harus mengalami hal demikian, bukan? Salah satufaktor dari ini semua adalah kurangnya daerah resapan air di sekitar yang kaitannya dengan konservasiair. Air yang seharusnya masuk ke dalam tanah justru mengalir ke selokan lalu mengalir ke sungaisehingga tidak terserap ke dalam tanah untuk menjadi cadangan air tanah.

Sebenarnya terdapat berbagai cara untuk mengatasi krisis cadangan air ini, salah satunya adalah lubang resapan biopori. Lubang kecil yang dibuat dengan kedalaman kurang lebih 1 meter (100 cm), mempunyai fungsi ganda. Pertama sebagai lubang resapan air dan yang kedua adalah sebagai tempat untuk mengubah sampah menjadi kompos. Jika dibandingkan dengan teknologi yang lain, lubang resapan biopori ini tidak memerlukan biaya yang cukup besar dan sangat cocok bagi daerah perkotaan yang memang tidak memiliki lahan karena padat oleh bangunan-bangunan.

bor bioporiAlat yang digunakan untuk membuat lubang resapan biopori bermacam-macam, bisa menggunakan linggis atau alat tradisional lainnya. Namun, untuk saat ini alat yang paling efektif adalah dengan boor biopori yang memang khusus digunakan untuk membuat lubang resapan biopori. Dengan panjang tangkai 125 cm dan memiliki mata boor yang terbuat dari baja agar tajam.

Berikut ini adalah cara pembuatan lubang resapan biopori:

  1. Gunakan lokasi yang memang tepat untuk dijadikan lubang resapan biopori, yaitu di tempat yangbiasanya air mengalir ke lokasi itu.
  2. Siramlah dengan air tempat di mana lubang resapan biopori akan dibuat agar mudah untukmelubanginya.
  3. Letakkan mata boor tegak lurus dengan permukaan tanah untuk mengawali pengeboran.
  4. Lubangi tanah dengan boor dengan memutarnya sehingga mata boor masuk ke dalam tanah.
  5. Selama proses pengeboran siramlah dengan air untuk memudahkan proses pengeboran.
  6. Keluarkan tanah yang telah berhasil dibor dan lakukan pengeboran secara berulang-ulang sehinggamencapai kedalaman sekitar 1 meter.
  7. Ke dalam lubang resapan, masukkanlah sampah organik.
  8. Lakukan pengisian ulang sampah organik, jika sampah organik sebelumnya telah menyusut akibat prosespelapukan.
  9. Ketika musim kemarau tiba, kompos yang telah terbentuk dapat diambil bersamaan dengan pemeliharaanterhadap lubang resapan biopori.
  10. Untuk mencegah terjadinya longsoran atau bahaya terperosok ke dalam lubang, maka perkuatlah tutuplubang menggunakan semen di sekeliling lubang.

Mengingat curah hujan di wilayah Indonesia yang cukup tinggi, sebenarnya kita tidak perlu khawatir terhadap krisis cadangan air tanah. Akan tetapi, penyempitan lahan yang dilakukan secara terus-menerus inilah yang perlu dikhawatirkan, karena kaitannya dengan semakin berkurangnya luasan resapan air. Dengan membuat lubang resapan biopori ini diharapakan krisis cadangan air tanah tidak terjadi dan dapat mencegah terjadinya banjir atau air yang tergenang khususnya di daerah perkotaan. Sementara satu masalah itu terselesaikan, kita juga bisa mengambil manfaat dari lubang resapan biopori ini. Ketika musim kemarau tiba, sampah organik yang telah mengalami proses pelapukan dapat kita ambil,dalam bentuk pupuk kompos. Yang kaitannya dengan penanaman pohon atau tanaman dan merupakan salah satu,upaya penanggulangan krisis cadangan air tanah serta manfaat lainnya.

    Sesungguhnya air hujan yang turun dari langit adalah karunia dari Yang Maha Kuasa, sudah seharusnya kita mensyukuri segala apa yang telah diberikan. Salah satu bentuk rasa syukur itu dapat diwujudkan dengan memanen air, yang salah satu caranya adalah dengan membuat lubang resapan biopori. Sungguh tak terbayang bagaimana jadinya jika di dunia ini tak ada hujan yang airnya mampu mengisi sungai-sungai serta sebagian lagi meresap ke dalam tanah dan sehingga makhluk hidup dapatmelangsungkan kehidupannya. Subhanallah………."

kode html di belakang artikel ini (html code behind this article):

<div style=”background: url(http://wallpapers.free-review.net/wallpapers/12/Mango_Background.jpg);”>
<p style=”text-align: justify;”>Musim kemarau biasanya mengakibatkan kedalaman muka air sumur menjadi lebih dalam,sedangkan di musim penghujan berkibat pada terganggunya arus lalu lintas oleh air yang tergenang bahkansering juga menyebabkan banjir. Apakah semua keadaan ini akan menjadi kebiasaan tiap tahun saja? Tentukita semua tidak ingin setiap sekali dalam setahun harus mengalami hal demikian, bukan? Salah satufaktor dari ini semua adalah kurangnya daerah resapan air di sekitar yang kaitannya dengan konservasiair. Air yang seharusnya masuk ke dalam tanah justru mengalir ke selokan lalu mengalir ke sungaisehingga tidak terserap ke dalam tanah untuk menjadi cadangan air tanah.</p>
<p style=”background: silver none repeat scroll 0 0; text-align: justify;”>Sebenarnya terdapat berbagai cara untuk mengatasi krisis cadangan air ini, salah satunya adalah lubang resapan biopori.  Lubang kecil yang dibuat dengan kedalaman kurang lebih 1 meter (100 cm), mempunyai fungsi ganda. Pertama sebagai lubang resapan air dan yang kedua adalah sebagai tempat untuk mengubah sampah menjadi kompos. Jika dibandingkan dengan teknologi yang lain, lubang resapan biopori ini tidak memerlukan biaya yang cukup besar dan sangat cocok bagi daerah perkotaan yang memang tidak memiliki lahan karena padat oleh bangunan-bangunan.</p>
<p style=”text-align: justify;”><img title=”bor biopori” src=”http://3.bp.blogspot.com/_I5mfBTqyFWI/SSqE7nA8qHI/AAAAAAAAACU/pz3NHeik4YQ/s400/bor+biopori.JPG&#8221; alt=”bor biopori” width=”94″ height=”171″ />Alat yang digunakan untuk membuat lubang resapan biopori bermacam-macam, bisa menggunakan linggis atau alat tradisional lainnya. Namun, untuk saat ini alat yang paling efektif adalah dengan boor biopori yang memang khusus digunakan untuk membuat lubang resapan biopori. Dengan panjang tangkai 125 cm dan memiliki mata boor yang terbuat dari baja agar tajam.</p>
<p style=”text-align: justify;”>Berikut ini adalah cara pembuatan lubang resapan biopori:</p>

<ol style=”background: silver;” type=”1″>
<li>Gunakan lokasi yang memang tepat untuk dijadikan lubang resapan biopori, yaitu di tempat yangbiasanya air mengalir ke lokasi itu.</li>
<li>Siramlah dengan air tempat di mana lubang resapan biopori akan dibuat agar mudah untukmelubanginya.</li>
<li>Letakkan mata boor tegak lurus dengan permukaan tanah untuk mengawali pengeboran.</li>
<li>Lubangi tanah dengan boor dengan memutarnya sehingga mata boor masuk ke dalam tanah.</li>
<li>Selama proses pengeboran siramlah dengan air untuk memudahkan proses pengeboran.</li>
<li>Keluarkan tanah yang telah berhasil dibor dan lakukan pengeboran secara berulang-ulang sehinggamencapai kedalaman sekitar 1 meter.</li>
<li>Ke dalam lubang resapan, masukkanlah sampah organik.</li>
<li>Lakukan pengisian ulang sampah organik, jika sampah organik sebelumnya telah menyusut akibat prosespelapukan.</li>
<li>Ketika musim kemarau tiba, kompos yang telah terbentuk dapat diambil bersamaan dengan pemeliharaanterhadap lubang resapan biopori.</li>
<li>Untuk mencegah terjadinya longsoran atau bahaya terperosok ke dalam lubang, maka perkuatlah tutuplubang menggunakan semen di sekeliling lubang.</li>
</ol>
<p style=”text-align: justify;”>Mengingat curah hujan di wilayah Indonesia yang cukup tinggi, sebenarnya kita tidak perlu khawatir terhadap krisis cadangan air tanah. Akan tetapi, penyempitan lahan yang dilakukan secara terus-menerus inilah yang perlu dikhawatirkan, karena kaitannya dengan semakin berkurangnya luasan resapan air. Dengan membuat lubang resapan biopori ini diharapakan krisis cadangan air tanah tidak terjadi dan dapat mencegah terjadinya banjir atau air yang tergenang khususnya di daerah perkotaan. Sementara satu masalah itu terselesaikan, kita juga bisa mengambil manfaat dari lubang resapan biopori ini. Ketika musim kemarau tiba, sampah organik yang telah mengalami proses pelapukan dapat kita ambil,dalam bentuk pupuk kompos. Yang kaitannya dengan penanaman pohon atau tanaman dan merupakan salah satu,upaya penanggulangan krisis cadangan air tanah serta manfaat lainnya.</p>

<ol>
<div style=”border: 5px ridge violet; background: silver none repeat scroll 0pt 0pt; width: 95%; text-align: justify;”>

<span style=”font-family: &amp;amp;amp;”><strong>”</strong></span><tt>Sesungguhnya air hujan yang turun dari langit adalah karunia dari Yang Maha Kuasa, sudah seharusnya kita mensyukuri segala apa yang telah diberikan. Salah satu bentuk rasa syukur itu dapat diwujudkan dengan memanen air, yang salah satu caranya adalah dengan membuat lubang resapan biopori. Sungguh tak terbayang bagaimana jadinya jika di dunia ini tak ada hujan yang airnya mampu mengisi sungai-sungai serta sebagian lagi meresap ke dalam tanah dan sehingga makhluk hidup dapatmelangsungkan kehidupannya. Subhanallah……….<span style=”font-family: &amp;amp;amp;”><strong>”</strong></span></tt>

</div></ol>
</div>

One thought on “TEKNOLOGI SEDERHANA: LUBANG RESAPAN BIOPORI DAN UPAYA PENANGGULANGAN KRISIS CADANGAN AIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s