Energi Terbarukan

KAMASE

KAMASE CARE

Laporan 16 Maret 2013
BRIKET

Bahan pembuat briket adalah bahan organik. Masing-masing bahan organik memiliki karakteristik bahan yang berbeda-beda ditinjau dari berbagai variabelnya. Variabel itu antara lain kadar air, kadar abu, kadar volatil, nilai kalor dsb. Kombinasi dari beberapa bahan bisa digunakan untuk meningkatkan aspek tertentu dari variabel tersebut.

Pembuatan briket diawali dengan proses pirolisis atau yang biasa disebut pengarangan. Berikutnya pengayakan lalu dilanjutkan dengan perekatan dengan lem kanji atau tanah liat, kemudian dicetak dan selanjutnya adalah dikeringkan. Briket ini termasuk bahan bakar yang ramah lingkungan. Karena jika dibandingkan bahan bakar lain seperti batu bara dan minyak, bahan bakar ini mengeluarkan sedikit emisi dan memang inilah ciri dari bahan bakar yang ramah lingkungan.

Di Indonesia sudah ada standardisasi untuk briket, misalnya nilai kalornya lebih dari 5000 kalori/g dan kadar abu 8%.Potensi briket di Indonesia termasuk yang paling besar di dunia.

MYTA

Mandiri young tecnopreneur, adalah sebuah ajang kompetisi untuk warga negara Indonesia yang berumur kurang dari 40 tahun. Ada pembagian kategori seperti energi, air dan pangan. Proposal yang lolos ke final akan diundang ke Jakarta dan mengikuti berbagai pelatihan terkait wirausaha mandiri. Secara teknis bukan masalah fisis dari produk yang dinilai, meskipun penilainya juga dari seorang ahli di bidang energi misalnya. Tetapi yang dinilai juga menyangkut aspek kewirausahaannya.
Selengkapnya…….


Laporan 17 Maret 2013
Biogas KP4Biogas merupakan sebuah sumber penghasil bahan bakar alternatif yang bersifat interdisipliner. Sistem ini teridiri atas satu input dan dua output. Biodigester atau biasa disebut dome adalah intinya. Di dalam biodigester inilah peruraian molekul yang kompleks (kotoran sapi, untuk biogas di KP4) menjadi molekul yang lebih sederhana (CH4, air, amonia, alkohol dan zat lainnya) oleh bakteri anaerob (tanpa oksigen). Biodigester dibuat atau dibangun di dalam tanah dengan tujuan agar tidak mengalami perubahan suhu yang signifikan.

Sebagai masukkan adalah kotoran sapi yang diencerkan dengan perbandingan antara air dan kotoran satu banding satu. Kotoran yang diencerkan ini lalu masuk ke dalam dome melalui saluran khusus. Di dalam dome, CH4 dengan kadar yang tinggi sekitar 70% atau lebih dihasilkan melalui proses metanogenesis. Proses ini membutuhkan waktu dalam jangka mingguan atau bulanan tergantung dari faktor suhu, pH, katalis, komposisi larutan kotoran dan lain-lain. CH4 yang dihasilkan dengan kadar yang tinggi ini dalirkan ke kantong-kantong penampungan, yang kemudian sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan. Sementara itu ampas kotoran keluar melalui jalur lain yang biasanya dimanfaatkan sebagai pupuk.

CH4 sebagai produk biogas biasa digunakan untuk memasak pengganti LPG, inilah yang umum. Pemanfaatan lainnya adalah sebagai pembangkit listrik, penggerak motor, sebagai penerangan (petromak) dan lain-lain.
SARAN

  1. sistem pengadukan dibuat melingkar dan menggunakan konsep pesawat sederhana (mengurangi rugi-rugi larutan kotoran yang hilang saat menggunakan alat penggaruk atau untuk meningkatkan efisiensi)
  2. kandang yang dekat dengan biodigester adalah suatu kelebihan, sebagai saran dibuat jalur khusus untuk kotoran sapi ke inlet sehingga kotoran yang ada tinggal didorong saja.
  3. unsur keteknikannya masih kurang, perlu ditambah instrumen pengukuran sebagai indikator dari proses produksi metana ini.

Karena ini adalah proyek interdisipliner, ahli dari masing-masing bagian biogas ini diperlukan.


Laporan 24 Maret 2013

SISTEM POMPA AIR TENAGA SURYA (SPATS) DI DESA GIRIHARJO, KEC. PANGGANG

Radiasi sinar matahari di Negara tropis seperti Indonesia sangat melimpah. Konversi energi dari jenis ini sangatlah menjanjikan. pemanfaatan energi jenis ini yang sering adalah diubah ke dalam bentuk panas (solar water heating) dan listrik (solar electricity). Energi radiasi yang diolah menjadi listrik ada dua cara yaitu dengan mengubahnya langsung menjadi listrik (dengan PV atau sel surya) atau digunakan terlebih dahulu untuk memanaskan air (dengan solar collector yang bersifat memantulkan cahaya dan memfokuskannya pada suatu penerima untuk memanaskan air) yang kemudian akan menggerakkan generator.

Sistem pompa air tenaga surya (Solar water pumping system atau disingkat SWPS) di Panggang merupakan salah satu pemanfaatan sel surya untuk penyediaan air bagi masyarakat yang sumber mata airnya jauh dari pemukiman, sementara kondisi tanahnya cukup keras karena berbatu, pembuatan sumur sulit dan intensitas matahari yang melimpah setiap tahun. Proyek ini bisa dikatakan juga interdisipliner karena menyangkut pemberdayaan masyarakat. Sel surya merupakan salah satu teknologi semikonduktor untuk bidang energi terbarukan, merupakan penemuan teknologi terkini dan termasuk canggih. Penerapan teknologi jenis ini di masyarakat tentu membutuhkan teknisi, karena instalasinya yang bisa dibilang rumit untuk masyarakat awam (dalam hal ini masyarakat di pelosok). Itulah mengapa diperlukan pemberdayaan masyarakat, agar warga sekitar proyek menyadari bagaimana keberadaan teknologi tersebut dengan segala kondisinya dan terutama perawatannya (masyarakat yang mandiri). Dengan demikian ketergantungan terhadap institusi yang berkaitan bisa diminimalkan.

KONDISI DAERAH SETEMPAT

Sumber mata air terletak di bawah bukit, sementara pemukiman berada di atas. Kondisi tanah berupa tanah liat (lempung) dan banyak batu. Di sekitar sumber mata air terdapat sawah tadah hujan.

PERENCANAAN

Perencanaan proyek dimulai dari apa tujuannya atau keluarannya. Terlebih dahulu dihitung jumlah kebutuhan air setiap kepala keluarga baru kemudian masalah teknisnya. Hasil dari perhitungan ini digunakan untuk menetukan besarnya daya tampung bak penampungan atau banyaknya bak penampungan yang diperlukan. Setelah diketahui jumlah yang dibutuhkan, berikutnya adalah menghitung jarak lokasi reservoir sebagai bak penampungan, dan dari hasil pengukuran ini akan didapatkan rugi mayor dan rugi minor (head loss) ketika penyaluran air melalui pipa. Perhitungan ini akan dijadikan acuan untuk menentukan jenis pompa berdasarkan daya yang dibutuhkannya. Bersamaan dengan itu, jenis panel surya dan banyaknya panel surya yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pompa juga dapat diketahui. Proses perencanaan telah dilakukan, maka proses selanjutnya tentu instalasi.

SOSIALISASI

Setelah sistem pemompaan yang direncanakan sudah dibuat dengan melibatkan masyarakat tentunya, maka proses berikutnya adalah sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang prinsip kerja komponen, dan terutama perawatan yang penting untuk dilakukan secara rutin. Perwatan tersebut seperti mengecek keadaan pompa, kebersihan pipa (dari lumut atau kerak yang lain), keadaan sensor dan keadaan panel surya. Perwatan ini dilakukan oleh masyarakat sendiri dan dengan dana kas yang telah disepakati tiap kepala keluarga sebelumnya, sebagai biaya perawatan. Pihak dari masyakarakat sendiri dibuat lebih terstruktur dengan membuat sebuah organisasi yang memang khusus untuk merawat sistem pompa air tenaga surya ini.

INSTALASI

Panel surya dipasang di tempat yang memiliki ketinggian (agar lebih maksimal penerimaan cahaya karena tidak terhalang bayangan) dan menghadap miring ke utara ( tegak lurus dengan matahari). Listrik hasil konversi oleh panel surya langsung ditransmisikan ke pompa dengan sebelumnya diolah oleh inverter (DC ke AC) tanpa ada proses penyimpanan, jadi daya angkat pompa sendiri berubah-ubah sesuai penyinaran matahari di tempat saat itu. Pompa dipasang didekat sumber mata air dan dipasang dengan pipa HDPE (high density polyethylene) agar lentur. Bak penampungan dipasang di dekat pemukiman di tempat yang memiliki ketinggian (pendistribusian air memanfaatkan gaya gravitasi). Penditribusian air dengan selang dan pipa PVC (poly vinylchloride) biasa. Di sumber mata air dipasang sensor yang bekerja ketika tidak ada air maka pompa mati, sehingga tidak terjadi konslet karena pompa yang bekerja pada keadaan tidak ada air. Sensor level ketinggian air juga dipasang di bak penampungan, agar ketika bak penuh pompa otomatis mati.

PELAKSANAAN

Separuh warga ada yang menggunakan dari PDAM separuh yang lain menggunakan sistem ini. Warga hanya ditarik iuran sebesar lima belas ribu rupiah perbulan kepada organisasi pengelola sistem ini. Dibandingkan dengan PDAM yang sekitar tiga puluh sampai lima puluh ribu rupiah tentu dari sistem ini lebih murah. Distribusi air dimasyarakat tidak dikenakan kuota atau batas maksimal penggunaan tiap bulannya, karena iurannya juga sama setiap warga.

SARAN DAN KEKURANGAN

  1. Saat malam hari otomatis pompa tidak bekerja karena suplai dari sel surya terhenti. Jika tidak ada air tersisa di bak penampungan maka warga harus turun ke bawah untuk mengambil air. Sebagai saran diberi baterai atau aki sebagai penyimpan daya. Walaupun penambahan ini tentu akan menambah biaya juga dikarenakan masa hidup dari penyimpan daya yang juga terbatas.
  2. Pengamanan panel surya sudah cukup bagus, akan tetapi semakin lama risiko pencurian itu semakin mungkin. Sebagai saran tingkat keamanan ditambah, mengingat potensi panel surya untuk dicuri karena harganya yang cukup relatif mahal.

Selengkapnya tentang sistem pompa air tenaga surya di Panggang

Daftar Isi

  1. Laporan 16 Maret 2013
  2. Laporan 17 Maret 2013
  3. Laporan 24 Maret 2013