ide #nasakom orde lama

Masa Presiden Sukarno pernah muncul istilah nasakom yang merujuk pada ideologi seseorang dalam berpolitik. Nasionalis cenderung pada sekuler, agama merujuk pada ideologi Islam dan komunis adalah merujuk pada atheis (tak beragama). Bagi seorang muslim, bukankah kita tahu bahwa

ajaran ini adalah sebagai pedoman hidup

yang berarti mengatur segala aspek kehidupan mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur, dari urusan yang sepele seperti cara makan hingga bernegara dan bahkan ketika thaharah/bersuci pun diatur.

Bukankah ketika seseorang ingin melakukan sesuatu ia akan memiliki pilihan dan pertanyaan apa yang mesti dilakukan dan bagaimana caranya, apa manfaat atas tindakan yang dilakukannya, apa tujuannya?

Beruntung Din ini mengajarkan segala hal dan sebenarnya apa yang ditanyakan itu termasuk sebuah bayangan tentang suatu aturan, aturan yang membuat seseorang tahu apa yang hendak ia putuskan dalam menghadapi suatu persoalan.

Lalu, bagi seorang muslim bukankah kita dituntut untuk

berislam secara kaffah (udkhulu fissilmi kaffah: masuklah ke dalam Islam secara kaffah/menyeluruh)

, bagaimana mungkin seorang muslim memilih untuk berideologi nasionalis yang cenderung sekuler, sementara ia memiliki kekuasaan dan wewenang untuk berislam secara kaffah dengan berideologi secara Islam dalam berpolitik. Apakah itu terasa berat dan memberatkan?????

30 Jumadil Awal 1435 Hijriyah|||postingan edisi #pemilu2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s