Bagian yang tertinggal dari postingan terakhir di tahun 2014 (? sensation)

jika kemarin disebutkan tentang pendengaran, penglihatan dan hati (urutan penyebutan tentu punya makna pada ayat yang menjelaskan tentang penciptaan manusia ini). Tetapi ada yang kurang pada bagian berikutnya, yakni hati. Sound sensation untuk pendengaran, lalu visual sensation untuk penglihatan. Bagian sensation untuk hati, bagian yang tertinggal tak tercantum pada postingan

PErfecto, Let’s endless party

(31 12 2014)

Jadi bagaimana mendeskripsikan jenis sensasi macam ini?? layaknya sebuah cerita atau kisah (semacam film) yang menyuguhkan berbagai macam perasaan dan konflik. Di dalamnya akan ada sensasi visual sensasi suara dan tentunya terkait hati terutama. Sensasinya akan terasa dengan adanya setiap proses yang menyenangkan salah satunya yakni adanya rasa tenang. Salah satunya dengan proses menuntut ilmu

. ومن لم يذق ذل التعلم ساعة – تجرع ذل الجهل طول حياته
barangsiapa yang tak pernah mengecap kehinaan dalam mencari ilmu walau hanya sebentar, akan meminum kehinaan kebodohan pada sisa hidupnya

-Imam Syafi’i- (from: status FB ust Felix Siauw)

dan terkait hati dalam menuntut ilmu yakni niat yang satu paket dengan dermawan, dan mujahid

Orang Yang Pertama Kali Masuk Neraka

api membakar

((إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ يَنْزِلُ إِلَى الْعِبَادِ لِيَقْضِيَ بَيْنَهُمْ، وَكُلُّ أُمَّةٍ جَاثِيَةٌ، فَأَوَّلُ مَنْ يَدْعُو بِهِ رَجُلٌ جَمَعَ الْقُرْآنَ، وَرَجُلٌ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَرَجُلٌ كَثِيرُ الْمَالِ، فَيَقُولُ اللَّهُ لِلْقَارِئِ: أَلَمْ أُعَلِّمْكَ مَا أَنْزَلْتُ عَلَى رَسُولِي؟ قَالَ: بَلَى يَا رَبِّ، قَالَ: فَمَاذَا عَمِلْتَ فِيمَا عُلِّمْتَ؟ قَالَ: كُنْتُ أَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: كَذَبْتَ، وَتَقُولُ لَهُ الْمَلَائِكَةُ: كَذَبْتَ، وَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: بَلْ أَرَدْتَ أَنْ يُقَالَ: إِنَّ فُلَانًا قَارِئٌ، وَقَدْ قِيلَ ذَاكَ.

وَيُؤْتَى بِصَاحِبِ الْمَالِ، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: أَلَمْ أُوَسِّعْ عَلَيْكَ، حَتَّى لَمْ أَدَعْكَ تَحْتَاجُ إِلَى أَحَدٍ؟ قَالَ: بَلَى، يَا رَبِّ، قَالَ: فَمَاذَا عَمِلْتَ فِيمَا آتَيْتُكَ؟ قَالَ: كُنْتُ أَصِلُ الرَّحِمَ، وَأَتَصَدَّقُ، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: كَذَبْتَ، وَتَقُولُ لَهُ الْمَلَائِكَةُ: كَذَبْتَ، وَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: بَلْ أَرَدْتَ أَنْ يُقَالَ: فُلَانٌ جَوَادٌ، فَقَدْ قِيلَ ذَاكَ.

ثُمَّ يُؤْتَى بِالَّذِي قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: فِي مَاذَا قُتِلْتَ؟ فَيَقُولُ: أُمِرْتُ بِالْجِهَادِ فِي سَبِيلِكَ، فَقَاتَلْتُ حَتَّى قُتِلْتُ، فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ: كَذَبْتَ، وَتَقُولُ لَهُ الْمَلَائِكَةُ: كَذَبْتَ، وَيَقُولُ اللَّهُ: بَلْ أَرَدْتَ أَنْ يُقَالَ: فُلَانٌ جَرِيءٌ، فَقَدْ قِيلَ ذَاكَ، ثُمَّ ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رُكْبَتِي، فَقَالَ: يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، أُولَئِكَ الثَّلَاثَةُ أَوَّلُ خَلْقِ اللَّهِ تُسَعَّرُ بِهِمْ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ))

“Sesungguhnya Allah yang Maha tinggi dan Maha suci akan turun kepada hamba pada Hari Kiamat untuk memberikan keputusan di antara mereka. Dan setiap umat dalam kondisi berlutut. Kemudian orang yang pertama kali dipanggil adalah orang yang menghafal Al-Qur`an, orang yang terbunuh di jalan Allah, dan orang yang banyak harta.

Maka Allah  berkata kepada sang qari` (orang yang biasa membaca Al-Qur`an): ‘Tidakkah Kuajarkan kepadamu apa yang saya turunkan kepada RasulKu?’ Dia menjawab: ‘Benar wahai Tuhanku’. Allah  berkata lagi: ‘Apa yang kamu perbuat terhadap apa yang sudah kamu ketahui itu?’ Dia menjawab: ‘Saya menjalankannya sepanjang malam dan sepanjang siang’. Maka Allah  berkata: ‘Kamu telah berdusta’. Dan para Malaikat berkata kepadanya: ‘Kamu telah berdusta’. Kemudian Allah  berkata kepadanya: ‘Justru kamu melakukan hal itu dengan maksud agar dikatakan: Si fulan adalah qari`’. Dan hal itu telah dikatakan kepadamu.

Kemudian didatangkan orang yang mempunyai banyak harta. Allah  berkata kepadanya: ‘Tidakkah sudah Kulimpahkan harta kepadamu hingga kamu tidak membutuhkan siapa pun?’. Orang itu menjawab: ‘Benar wahai Rabbku’. Allah  bertanya lagi: ‘Apa yang kamu kerjakan terhadap harta yang Kuberikan kepadamu itu?’. Dia menjawab: ‘Saya menggunakannya untuk menyambung silaturrahmi dan bersadaqah’. Allah  berkata kepadanya: ‘Kamu telah berdusta’. Para Malaikat juga berkata kepadanya: ‘Kamu telah berdusta’. Kemudian Allah  berkata: ‘Justru kamu melakukan itu dengan maksud agar dikatakan: Si Fulan adalah lelaki yang dermawan’. Dan hal itu sudah dikatakan kepadamu.

Kemudian didatangkan orang yang terbunuh di jalan Allah. Maka Allah berkata: ‘Dalam rangka apa kamu terbunuh?’. Dia menjawab: ‘Saya diperintah berjihad di jalan Engkau. Maka saya berperang hingga terbunuh’. Allah  berkata kepadanya: ‘Kamu telah berdusta’. Para Malaikat juga berkata kepadanya: ‘Kamu telah berdusta’. Allah  berkata: ‘Justru kamu melakukan itu agar dikatakan kepadamu: Si Fulan adalah pemberani’. Dan hal itu telah dikatakan kepadamu.

Kemudian Rasulullah saw menepuk kedua lututku sambil berkata: ‘Wahai Abu Hurairah! Ketiga golongan itu adalah makhluk yang pertama kali Neraka dinyalakan untuk mereka pada Hari Kiamat’.”

Al-Walid Abu Utsman Al-Madaini berkata: Uqbah bin Muslim memberitahu saya bahwa Syufai inilah yang masuk kepada Muawiyah radhiyallahu anhu kemudian memberitahunya Hadis tersebut.

Abu Utsman berkata: Al-Ala` bin Abi Hakim memberitahu saya bahwa dirinya dahulu seorang algojo Muawiyah. Kemudian seorang lelaki masuk kepada Muawiyah dan memberitahu Hadis ini dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Maka Muawiyah berkata:

((قَدْ فُعِلَ بِهَؤُلَاءِ هَذَا، فَكَيْفَ بِمَنْ بَقِيَ مِنْ النَّاسِ؟!))

“Orang-orang itu telah diperbuat terhadap mereka hal ini. Maka bagaimanakah para manusia yang lain?!”

Kemudian Muawiyah menangis dengan sangat keras. Hingga kami menduga ia akan meninggal. Lalu kami berkata: “Orang ini[1] telah membawa keburukan kepada kami.” Kemudian Muawiyah sadarkan diri. Ia mengusap wajahnya lalu berkata: Maha benar Allah  ketika berfirman:

{مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ } [هود: 15، 16]

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di Akhirat, kecuali Neraka dan lenyaplah di Akhirat apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Huud: 15-16)[2]

[1] Yakni orang yang memberitahukan Hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. (pen)

[2] HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya, no. 2304

(from:

Wafimarzuqi’s Blog

Semoga bisa bermanfaat untuk siapa pun pembaca

1-Orang Yang Pertama Kali Masuk Neraka)

Berikutnya terkait ketenangan yakni menyempurnakan agama yang diperoleh dengan menikah…..

“selamat telah menyempurnakan separuh agama….!” (bagi yang sudah)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,  ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)

From <http://rumaysho.com/muslimah/inginku-sempurnakan-separuh-agamaku-1709>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s