Apa yang Dilihat Bukanlah Apa yang Sebenarnya Terjadi

“I have nothing to write about” is always false statement

-wordpress.com-


Hasil dari penginderaan (mendengar, merasakan, melihat) setidaknya bisa dimaknai ‘melihat’, dan darinya akan muncul berbagai penilaian: spekulasi-ekspektasi/dugaan-persangkaan. Hari ini dimana makna penginderaan terasa melebar, dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi khususnya. Kabar dari berbagai belahan dunia yang jauh dapat diketahui dalam waktu singkat. Akses untuk menggunakan teknologi ini pun terasa mudah dan semakin mudah. Dan apa yang terjadi saat ini salah satunya adalah signal bombarded (https://nurhidayanto09.wordpress.com/2014/12/11/1170/) bukan kesulitan akses terhadap informasi tapi keterbatasan memori penyimpanan dan menuntut untuk bijaksana menggunakannya.

Terkait makna melihat, satu-satunya rujukan yang paling haq dan tak ada keraguan di dalamnya membahas tentang indera manusia dalam melihat yakni AL QURAN (ini bukan tafsir, hanya merenung, memikirkan atau menghayati / tadabbur).

Surah AL-MULK (KERAJAAN)

( 3 )   Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

( 4 )   Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.


( 3 )   [And] who created seven heavens in layers. You do not see in the creation of the Most Merciful any inconsistency. So return [your] vision [to the sky]; do you see any breaks?

( 4 )   Then return [your] vision twice again. [Your] vision will return to you humbled while it is fatigued.

Penglihatanmu itupun dalam keadaan payah (it is fatigued)!!!

Pada indera mata (informasi visual) telah ditampilkan (https://nurhidayanto09.wordpress.com/2015/03/01/lanjutan-postingan-tahun-kemarin-visual-talking-about-spectrum-frequency-radiation-is-interesting-stunning-and-tremendous/) bahwa tidak semua spektrum bisa diterjemahkan (disaring/filter) oleh mata begitu juga dengan telinga (informasi audio) / belum dipos di sini😦. Itulah salah satu keterbatasan yang dengan adanya keterbatasan justru terlihat lebih indah (probably yes :)) dan penuh kesyukuran.

Pelebaran makna penginderaan hari ini sering juga muncul karena adanya media, yang mana media ini ‘kini’ menjadi alat yang ampuh untuk memengaruhi opini massa atau khalayak ramai. Mereka yang memiliki kekuasaan jabatan (kini pemegang kekuasaan secara ‘formal’ ‘terlihat’ seperti pada https://nurhidayanto09.wordpress.com/2015/01/22/pesta-d/)  tentu bisa dengan mudah menguasai alat ini. Menciptakan/mengatur/mengendalikan/menyaring isu yang menakutkan, menyenangkan dan ujung-ujungnya adalah ‘menciptakan opini publik’- dan bisa jadi opini itu berupa fitnah (masih ingat dengan https://nurhidayanto09.wordpress.com/2013/07/04/fenomena-gelombang/).


|Media|, hati-hati ketika membaca-menonton berita/peristiwa/kejadian/keadaan/dsb. Melihat secara langsung pun apa yang disimpulkan darinya belum tentu yang benar-sebenarnya apalagi lewat perantara media-media.Ada hal yang tak tampak, aspek yang tak tampak😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s