Sinyal Seismik dan Sistem Pengukuran

1.png

Gambar ciri khas sistem pengkuruan (typical measurement system)

Fenomena sinyal seismik

  • Jangkauan frekuensi berkisar 10-3 Hz sampai 50 Hz
  • Biasanya diukur pada 3 arah orthogonal yaitu Vertikal (Z), Utara-Selatan (N), dan Timur-Barat (E)Sumber: Peter Zweifel, Swiss Seismological Service, ETH Zurich
  • Secara umum ada dua kategori yaitu body waves dan surface waves

 

Jenis-jenis sinyal seismik

22.png

Sumber: http://www.alamy.com/thumbs/6/%7BC2D5E636-EE94-48DA-9708-967C563A014D%7D/BB4BT5.jpg

33

Sumber: http://teachers.egfi-k12.org/wp-content/uploads/2010/01/seismic_waves.gif

 

Representasi Jenis-Jenis Sinyal Seismik dalam Domain Waktu (Seismogram)

Sumber: http://geology.isu.edu/wapi/envgeo/EG5_earthqks/eg_mod5.htm

 

Teknologi Sensor Seismik

  • Model paling sederhana dari bagian mekanik sensor seismik terdiri dari pegas, peredam dan massa (sistem orde dua).
  • Model dari bagian elektrik berupa rangkaian paralel kapasistor dan resistor

66.png

Sumber: Measurement Systems – Application and Design 5th Edition, Ernest Doebelin, McGraw Hill, 2004

77.png

 

Analisis Sistem

88.JPG

 

Respon Sistem Terhadap Berbagai Kemungkinan Frekuensi dan Rasio Peredaman

99.JPG

 

 

Kesimpulan

  • Rentang kerja sistem pengukuran seismometer untuk mengukur pergeseran adalah saat r (rasio frekuensi) >> 1 ( itu berarti ω >> ωn)
  • Peredaman rasio (ξ) berkisar 0.6 – 0.7

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s