Seruan Jihad

Adalah menyenangkan masih memiliki kesempatan untuk bisa menulis di blog ini.

Adalah menyenangkan bisa mengamati bagaimana seseorang berorasi, pidato, presentasi atau mengemukakan pendapat ide maupun gagasan, apalagi jika hal itu dilakukan di depan banyak orang.

Adalah menyenangkan bisa mendengarkan orasi yang oratornya paham apa itu dinamika, penekanan, dan disertai emosi-emosi yang begitu mempengaruhi siapa saja yang mendengarnya.

Adalah menyenangkan mendapati orasi yang dilakukan oleh seorang ahli ilmu (agama), dan bukan orasi politis kampanye dalam bingkai demokrasi.

Adalah menyenangkan mendapati orasi yang kontennya adalah tentang jihad, yang mana jarang ditemui di negeri yang katanya damai tanpa peperangan.

Berikut ini adalah cuplikan bagian paling emosional dari orasi ust Bachtiar Nasir

1 :31 :34

ini semakin umat menang dengan damai, semakin ada yang marah. semakin umat menang dengan cara-cara yang beradab, semakin banyak yang kecewa.

yakinlah, seperti sekarang, sebetulnya, semua polda seluruh daerah tahu kalau aksi 4 november adalah aksi paling damai sepanjang sejarah kemerdekaan.

kenapa polda-polda polres-polres sampai polsek-polsek itu menekan orang  datang ke jakarta.

Apakah dia tidak berkaca 4 november itu begitu damai.dan bahkan kami berjanji ini super damai. Kenapa orang-orang yang tidak beriman takut dengan kedamaian yang kita bawa.

Takut dengan persatuan damai yang kita bawa, karena mereka menginginkan kita rusak, menginginkan kita rusuh. dan saya sudah menangkap sinyal: ada orang yang benci kepada umat Islam yang akan  mengendarai negara dan menembaki umat Islam, tapi percayalah, nyawa umat Islam di tangan Allah Subhanahu wata’ala.

Tidak akan ada yang bisa mencabut nyawa umat Islam kecuali Allah Subhanahu wata’ala. Kalau  sampai ada nyawa umat Islam tertumpah pada hari yang damai.

Awas kamu berapapun kekuatanmu di negara saat ini

Kamu yang dianggap bisa mengendalikan presiden

Kamu bisa mengendalikan negara

Kamu pegang senjata

Kamu pegang uang

Kamu pegang perusahaan

Karena kamu sekarang menjadi agennya. Tunggu

Saya sudah tau kamu dan saya belum sebut nama kamu sekarang

Saya akan gorok kamu. Tunggu  Tunggu.

Hidup cuma sekali, hidup cuma sekali di dunia. Saya tidak mau mati seperti hewan yang kurus kering diregang penyakit di hutan di bawah pohon mati tidak. tidak. Hidup ini bahagia kalau kita bertarung, berjihad itu tidak ada rugi-ruginya.Orang yang punya jiwa jihad itu, ketika dia bertarung belum sempat contact body belum terjadi peperangan, sudah dapat al anfal.  Yang kita harapkan contact body, karena contact body akan mendapatkan ghanimah. dan ada yang lebih tinggi kalau kita mati mendapatkan syahadah. tidak perlu mampir di kuburan langsung ke sorga. itu cita-cita tinggi kami, takbir, jelas.

Jadi kita tidak punya kepentingan apa-apa. () yang ingin kami lakukan adalah perbaikan untuk Indonesia semampu yang bisa kita lakukan tetapi hasilnya tergantung pada taufiknya Allah Subhanahu wata’ala. Tapi Insya Allah akan lahir satu kaum baru () takbir.

Silakan tekan Silahkan blokade Siahkan pampet Silahkan apa saja tekan mereka, akan lahir satu kaum baru yang Allah cinta mereka, Allah dulu yang mengatakan Allah cinta mereka. ingat ()menarik,   Akan lahir satu kaum baru yang Allah pilih, Allah dulu yang mengatakan aku cinta hamba-Ku yang ini, Lalu di dalam hati  seorang hamba itu dirasukkan rasa cintanya kepada Allah () dan kaum itu jangan main-main. Akan lahir di Indonesia sebentar lagi .

Terus bermain-main dengan Al Maidah, terus politisasi Al Maidah, jangan pura-pura tuli dan jangan pura-pura buta. ini kekuatan Al Qurang yang sedang berjalan. Jangan pura-pura bodoh semua kepada pejabat  negeri ini siarkan apa yang saya katakan, jangan pura-pura bodoh. Kalau anda terus bermain, akan lahir satu kaum baru, yang Allah cinta mereka dan mereka cinta kepada Allah Subhanahu wata’ala. mereka punya tiga kriteria, simpel kriterianya. Sesama mukmin dia lemah lembut badannya keliatan kurus kering tapi hati-hati dengan terjangannya. keliatannya pendidikannya bukan tamatan amerika ameria amerini  ame siapa lagi, dia hanyalah seorang alumni kitab suci alquranulkarim , sebuah kitab peradaban saja yang dia baca di muka bumi dan dia cuma punya satu guru yang bernama Rasulullah Sallallahu’alaihi wasallam dan para ulama yang diikutinya akan lahir generasi baru merekan adalah orang-rang yang lemah lembut sesama mukmin tapi keras dan tegas dihadapan kafir, yang kedua ciri mereka….